Giring Dukung Anak Jadi Atlet Esport

Giring Dukung Anak Jadi Atlet Esport
Giring Ganesha di sela pembukaan Indonesia Esports Premier League (IESPL) Musim Pertama di Jakarta, Jumat (10/8). ( Foto: Investor Daily / Mardiana Makmun )
Mardiana Makmun / MAR Jumat, 10 Agustus 2018 | 21:53 WIB

Jakarta -Vokalis Band Nidji, Girang Ganesha, mendukung putra pertamanya, Zidane, untuk menjadi atlet game esport.

“Zidane senang sekali main game. Sampai dia bilang mau jadi atlet esport,” cerita Giring Ganesha di sela pembukaan liga utama esports bagi para pemain games profesional se-Indonesia, Indonesia Esports Premier League (IESPL) Musim Pertama di Jakarta, Jumat (10/8).

Awal mulanya Zidane tertarik pada esport, papar Giring, ia sering membukakan youtube Fortnite game untuk putranya itu. Giring bercerita, pemenang kompetisi Fortnite bisa mendapat hadiah uang senilai US$100 juta atau Rp 1,4 triliun. “Eh Zidane langsung bilang, kalau gitu aku mau jadi atlet esport aja dan kalau menang aku mau beliin rumah untuk mama dan ayah,” cerita Giring.

Sebagai ayah, Giring mendukung apapun keinginan anak-anaknya. “Semua orang tua di dunia, termasuk saya, harus mendukung cita-cita anaknya. Kalau mau jadi atlet esport, silakan, asalkan bersungguh-sungguh, jujur, sportif, kerja keras, dan bertanggung jawab. Saya dulu waktu mau jadi penyanyi, saya buktikan sungguh-sungguh saya bisa berhasil,” ujar Giring. bapak empat anak, dua laki-laki dan dua perempuan.

Tak takutkah Giring putranya kecanduan bermain game? “Saya sejak kecil oleh orang tua diajarkan konsep bertanggung jawab pada hak dan kewajiban. “Jadi, anak harus tahu dulu kewajiban dia apa. Kalau sudah belajar, sudah mengaji, sudah les piano, anak saya baru saya bolehkan bermain game,” kata Giring yang di akhir pekan sering menghabiskan waktu bersama anak-anaknya untuk bermain game.

Giring melihat profesi atlet esport sangat menjanjikan. Di sela pembukaan IESPL, Giring pun mendesak seorang atlet esport untuk membuka berapa penghasilan per bulan. “Saya sejak kelas 12 SMA sudah ikut kompetisi game online. Sekarang saya bermain untuk tim game dari Tiongkok dan penghasilan saya Rp30 juta per bulan,” kata Kevin Susanto, atlet esport berusia 20 tahun.

Dia pun mengungkap data, total pendapatan game di Indonesia saat ini mencapai US$879,7 juta dengan 43,7 juta pemain game. Angka tersebut menjadikan Indonesia menempati posisi nomor 16 di dunia. Karena potensi menjanjikan itulah, Giring lewat perusahaannya, PT Gajah Merah Terbang, menggelar kompetisi game online IESPL bernama “Tokopedia Battle of Friday by IESPL”.

Sebanyak 12 tim pro gamers peserta TBOF, yaitu EVOS, RRQ, NXL, BOOM ID, XCN, RECCA, ALTER EGO, CAPCORN, THE PRIME, BIGETRON, JUGGERNAUT dan PG BARRACX. “Pertandingan akan memperebutkan total hadiah senilai Rp. 1,9 miliar melalui total 660 pertandingan ke depan,” kata Giring, presiden IESPL.

Empat divisi game akan dipertandingkan oleh ke-12 peserta, yaitu Counter Strike Global Offensive, Dota 2, Point Blank, Mobile Legends, selama enam bulan sejak 10 Agustus 2018-25 Januari 2019. Khusus saat Asian Games 2018, IESPL menghentikan sementara kegiatan sebagai bentuk dukungan pada pertandingan eksibisi esports di Asian Games 2018.



Sumber: Investor Daily