Pentas Beijing Opera Padukan Budaya Indonesia dan Tiongkok

Pentas Beijing Opera Padukan Budaya Indonesia dan Tiongkok
Pendiri dan pemimpin IBO (I Beijing Opera) Chu Lanlan tampil dalam pagelaran Pentas opera dengan judul "Elegancy in Heart and Live Happily Ever After" yang diambil dari puisi dalam The Book of Songs, di kawasan Avenue of The Stars, Lippo Mall Kemang, Minggu 16 September 2018. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao / SP/Joanito De Saojoao )
Indah Handayani / FER Minggu, 16 September 2018 | 21:49 WIB

Jakarta - Sebagai bagian dari penghargaan terhadap kekayaan budaya dunia, Lippo Group menyelenggarakan pertunjukan Beijing Opera, di Avenue of The Star, Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (16/9) malam.

Penampilan Beijing Opera ini sangat spesial karena dilengkapi dengan tampilan panggung megah dan tata lampu yang memukau, serta diwarnai alunan lagu yang merdu serta koreografi tarian yang indah.

Beijing Opera

Pentas opera ini semakin memesona dengan hadirnya kolaborasi legenda asli Tiongkok dipadukan dengan legenda budaya Indonesia, dengan mengangkat Legenda Lou Shen Fu, seorang putri dari Dinasti Ming yang menikah di Indonesia. Legenda tersebut sangat terkenal dan menjadi titik sejarah jembatan persatuan budaya antara Indonesia dan Tiongkok.

Pertunjukan yang dimulai pada pukul 20.00 WIB itu dibagi menjadi enam babak. Diawali dengan penampilan artis Chu Lanlan yang menyanyikan lagu Live Happily Ever After.

Lagu ini diambil dari sebuah puisi yang bercerita hubungan romantis sepasang kekasih berisi tentang cinta, kesetiaan, dan keindahan. Dilanjutkan dengan tarian opera yang dibawakan oleh Guo Ruina dengan mengangkat kisah mengenai Hua Mulan, sebuah kisah legendaris mengenai pejuang wanita panutan heroik bagi para pahlawan bangsa Han.

Pengunjung yang memenuhi Avenue of The Star semakin terpukau dengan penampilan Chu Lanlan yang membawakan Flowers an Antiphonal Song, dilanjutkan dengan The Four Great Classical Novels of China yang menampilkan kisah legenda di Tiongkok salah satunya adalah Sun Go Kong.

Pertunjukan selanjutnya disusul dengan A Goddess on The Luo River, dan ditutup oleh A Beauty With an Umbrella and Sing Sing So yang dibawakan oleh Chu Lan Lan. Babak ini diciptakan khusus untuk menggambarkan persahabatan Indonesia - Tiongkok dengan memadukan budaya kedua negara.

Pertunjukan Beijing Opera dari Chu Lanlan memiliki reputasi berskala internasional. Chu Lanlan sendiri merupakan Profesor of Beijing Opera Art Vocational Collage dan Head of Lanxin Theater of New Beijing Opera. Kiprah Chu Lanlan telah mendapatkan sejumlah penghargaan dari dalam dan luar negeri, sekaligus mendapatkan kehormatan tampil dalam beragam acara kenegaraan.

Pentas Beijing Opera yang didatangkan langsung dari Tiongkok ini merupakan bentuk penghargaan terhadap terbentuknya kerja sama yang harmonis dan dukungan dari semua pihak dalam pengembangan Lippo Group.



Sumber: Investor Daily
CLOSE