Festival Bebas Batas Jadi Ruang Kreativitas Kaum Difabel

Festival Bebas Batas Jadi Ruang Kreativitas Kaum Difabel
Festival Bebas Batas diselenggarakan pada 12 -29 Oktober 2018 di Gedung Galeri Nasional, Jakarta Pusat. ( Foto: Beritasatu.com/Chairul Fikri )
Chairul Fikri / CAH Minggu, 14 Oktober 2018 | 08:08 WIB

Jakarta - Seni adalah suatu karya yang dibuat oleh manusia yang di dalamnya terdapat unsur-unsur estetika atau keindahan dan dipergunakan sebagai ruang berekspresi serta apresiasi tanpa pernah mengenal kondisi fisik semata. Karya seni tak harus diciptakan dan dihasilkan dari seseorang yang memiliki kelengkapan fisik saja, namun para penyandang disabilitas yang memiliki keterbatasan dalam fisiknya juga bisa.

Untuk mengapresiasi hasil karya seniman penyandang disabilitas, pemerintah menggelar Festival Bebas Batas yang diselenggarakan pada 12 -29 Oktober 2018 di Gedung Galeri Nasional, Jakarta Pusat.

"Program seni dan disabilitas sudah melalui proses panjang. Dimulai pada 2017 lalu, kini para kaum difable punya wadah sendiro nvon untuk memamerkan hasil karyanya dalam festival Bebas Batas. Karya teman-teman yang dipamerkan di dalam sangat luar biasa dan kreatif dan ini semua yang harus dilihat publik. Melalui Festival Bebas Batas ini, mereka kaum difable bisa mengekresikan karyanya agar bisa sejajar dengan masyarakat yang memiliki fisik yang sempurna," ungkap Direktur Kesenian Kemdikbud, Restu Gunawan saat membuka Festival Bebas Batas 2018, di Galeri Nasional, Jumat (12/10).

Kegiatan ini dikatakan Restu, tentunya akan bisa mengangkat moril para pamerisnya dan juga masyarakat lain yang juga punya kekurangan dari segi fisik untuk tidak menyerah dan terus berjuang layaknya masyarakat lainnya.

"Melalui Festival Bebas Batas ini, ini bisa menjadi gong besar bagi UK/ID Festival. Saya saksikan sendiri mereka para seniman menjadi percaya diri dan tak merasa minder sedikitpun dalam menghasilkan karya, dan pastinya saya senang Festival Bebas Batas ini akan jadi gerbang utama untuk seni bagi para penyandang disabilitas di Indonesia," lanjutnya.

Pameran ini menampilkan karya-karya dari 35 peserta hasil dari seleksi "open call", juga berbagai karya dari sepuluh peserta undangan, baik dari dalam maupun luar negeri. Karya-karya koleksi Borderless Art Museum No-Ma Jepang, hasil workshop dari Kedutaan Spanyol di Indonesia, proyek seni yang didukung Institut Francais d'Indonesie, proyek seni yang didukung British Council, plus karya-karya terseleksi dari lima Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Indonesia juga hadir dalam festival Bebas Batas ini.

Dalam festival Bebas Batas ini juga digelar sejumlah acara seperti Lokakarya Melukis Bersama bagi para penyandang disabilitas yang digelar pada Sabtu (13/10) hari ini. Selain itu akan ada Diskusi Seni dan Disabilitas/Difabilitas yang akan diselenggarakan pada Senin (15/10), lalu ada seni pertunjukan, musik, dan film yang dimainkan oleh para penyandang cacat yang mau tergabung dalam kegiatan ini yang akan diselenggarakan pada 12-14 Oktober 2018. Serta arena komunitas dan panggung terbuka arena komunitas dan panggung terbuka bagi kaum disable dan masyarakat umum yang datang dan berkunjung ke Galeri Nasional.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE