Peningkatan Kualitas Cerita Jadi Andalan Mata Batin 2

Peningkatan Kualitas Cerita Jadi Andalan Mata Batin 2
Acara jumpa pers Mata Batin 2, di Jakarta Pusat, Selasa (4/12). ( Foto: Beritasatu Photo )
Dina Fitri Anisa / FER Rabu, 5 Desember 2018 | 15:46 WIB

Jakarta - Setelah film horor Mata Batin (2017) sukses menggaet 1,2 juta penonton, rumah produksi Hitmaker Studio mengumumkan sekuel ke dua yang akan tayang pada 17 Januari 2019. Terdapat beberapa penambahan pemain, dan tim produksi baru demi peningkatkan kualitas cerita dan gambar.

Sutradara sekaligus Produser, Rocky Soraya mengatakan, Mata Batin 2 nantinya akan menceritakan kisah baru kelanjutan dari sekuel pertama yang masih menyimpan tanda tanya. Hal inilah salah satu alasan Rocky Soraya bersedia membuat film kelanjutannya.

"Kenapa tidak? Kita punya penonton yang suka karya kita. Kemudian memang dari awal, saya membuat film ini agar ada cerita kelanjutannya. Apakah setelah ini ada cerita kelanjutannya lagi? Tunggu saja saat sudah tayang nanti," terangnya saat jumpa pers Mata Batin 2, di Jakarta Pusat, Selasa (4/12).

Dari segi cerita, Rocky mempercayakan filmnya ini kepada duo penulis skenario Fajar Umbara dan Riheam Junianti yang sempat memegang kendali dalam sekuel film The Doll. Cerita yang kuat adalah senjata utama Mata Batin 2, untuk bersaing dengan film nasional lainnya di awal tahun nanti.

"Formula cerita kita ini lebih segar, dengan kelanjutan kisah film sebelumnya. Namun, bagi mereka yang belum menonton tetap bisa mengikuti, karena kami membuat tambahan scene baru di depan untuk menceritakan inti cerita Mata Batin pertama," jelasnya.

Dikisahkan, Alia (diperankan Jessica) kini hanya hidup berdua dengan adiknya, Abel (Bianca Hello), setelah kematian orang tua mereka dalam film pertama. Untuk mengisi waktu, ia lantas menjadi sukarelawan pada salah satu panti asuhan yang dikelola oleh pasangan suami istri, Fadli (Jeremy) dan Laksmi (Sophia).

Alia memilih panti asuhan tersebut terkait masa lalu keluarganya. Sebab ketika masih hidup, orang tua Alia ternyata kerap berkirim surat dengan pengelola panti asuhan tersebut. Mengabdikan diri dalam panti asuhan itu juga membuat Alia berkenalan dengan sosok baru yang juga punya kemampuan melihat hantu seperti dirinya dan Abel. Sosok teman barunya itu bernama Nadia yang diperankan Nabilah Ayu, mantan personel JKT48.

Nabilah, Jeremy, dan Sophia merupakan tiga pemain baru yang dihadirkan dalam film ini. Sebagai Fadli, Jeremy harus menjadi sosok suami yang sangat mencintai istri dan anak-anak di panti asuhan. Tokoh Laksmi juga demikian.

Kehadiran beberapa pemain baru tersebut diakui Rocky untuk memberikan kesegaran pada penonton. Selain tentu saja untuk kebutuhan cerita. “Pemain ini saya pilih sendiri, karena saya sudah melihat kualitas mereka dalam berakting,” ungkapnya.

Hal baru yang juga dilakukan dalam Mata Batin 2 dibandingkan pendahulunya menyangkut aspek teknis. Penata kamera kali ini diserahkan kepada Dicky Maland menggantikan posisi Asep Kalila yang terlibat dalam film pertama.

Digadang-gadang Rocky, film ini rupanya menjadi karya termahal yang pernah dibuat Hitmaker Studio. Bahkan, ia mengatakan modal film ini cukup jauh dibandingkan film pertama yang cukup meraih kesuksesan.

Hal itu dikarenakan film ini lebih digarap dengan serius. Seperti lama proses syuting, sekitar 38 hari adalah salah satu faktornya. Kemudian, set lokasi di panti asuhan merupakan gedung tua yang disulap semirip mungkin, dengan suasana mencengkam.

"Pemain banyak, syuting 38 hari, CGI, alat-alat yang digunakan juga semua mahal. Sedetail mungkin saya buat, sampai pemilihan pakaian pun,” jelasnya.

Bagi sebagian film horor, penggunaan matra-matra adalah salah satu yang tidak boleh ketinggalan. Berbeda dengan film horor lainya, Mata Batin 2 memiliki mantra spesial yang dibuat sendiri oleh Citra Prima, yang juga berperan sebagai Ibu Windu.

Sekitar 6 matra yang ia buat sendiri menggunakan bahasa sansekerta kuno. Mantra itu terdiri dari membuuka mata batin, membuka dan menutup portal ghaib. Tiga lainnya masih dirahasiakan oleh Citra, untuk kejutan di film tersebut.

“Saat mantra ini diucapkan di film, penonton akan merasakan langsung reaksinya. Seperti terdapat getaran elektromaghnetik, karena energi dari mantra ini sangat besar,” jelasnya.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE