Pengunjung memperhatikan lukisan Soekarno ketika berlangsungnya  pameran tunggal 111 Soekarno dalam Hitam Putihkarya Suherman di Gedung Indonesia Menggugat, Bandung, Jawa Barat. FOTO:  ANTARA/Agus Bebeng
"Bung Karno itu milik semua anak bangsa, dia adalah pahlawan nasional kita."

Sejumlah seniman pelukis dan perupa melaksanakan pameran seni dalam rangka peringatan Bulan Juni sebagai Bulan Bung Karno, di Galeri TIM, Jakarta Pusat.

"Kami inginkan Bung Karno menjadi milik bangsa ini. Dengan pameran ini, kami percaya bahwa energi Bung Karno takkan pernah pupus. Api perjuangan Bung Karno akan terus ada dan tidak pernah padam," kata cucu Soekarno, yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani, saat membuka pameran  bertema 'Energi Bung Karno' yang diselenggarakan di Galeri Cipta III Taman Ismail Marzuki, Jakarta, hari ini.

Pameran seni rupa ini diadakan sebagai bagian dari rangkaian acara Bulan Bung Karno. Sejak beberapa tahun lalu, Bulan Juni dipromosikan PDI Perjuangan untuk memperingati kelahiran, wafatnya, pemikiran, dan kiprah Bung Karno sebagai pemimpin bangsa.

Ada 10 pelukis dan perupa yang turut meramaikan pameran itu, diantaranya adalah Patrick Cornelis Wowor, Her Resmadi, Duvrart Angelo, Sumarwan, dan Nester Sinaga.

Sejumlah tokoh politik nasional turut hadir dalam pembukaan pameran itu, diantaranya Menteri Koperasi dan UKM Syarifuddin Hasan, Calon Dubes Italia August Parengkuan, dan Pengamat Politik Sukardi Rinakit.

Lebih lanjut, menurut Puan, generasi masa kini sudah sewajarnya mempunyai karya seni atau landmark yang mewakili semangat dan jiwa untuk dikenang generasi mendatang.

Dia menilai Indonesia sungguh beruntung punya pemimpin seperti Bung Karno. Sebab melalui lembaran sejarah Indonesia, diketahui bahwa Bung Karno adalah seorang negarawan dan sekaligus seniman. Sampai saat ini bisa disaksikan hasil karya seni Sang Proklamator Kemerdekaan yang menjadi simbol-simbol negara Indonesia.

"Lihat gedung MPR/DPR, lihat Monas, lihat Mesjid Istiqlal. Kesemuanya menjadi warisan Bung Karno yang menuangkan hasratnya pada kesenian dalam bentuk landmark-landmark Indonesia," kata Puan.

Cucu Bung Karno ini lalu memaparkan ketika diasingkan sebagai tahanan politik di Ende, Flores, Bung Karno menyalurkan ide-ide-nya tentang Indonesia melalui seni. Masih ada lukisan pura Bali yang dibuat Bung Karno di Ende pada tahun 1935. Di dalam lukisan itu ada empat orang yang berdoa bersama dengan kepercayaannya masing-masing.

"Sebuah gagasan persatuan bangsa yang tertuang dalam keindahan lukisan," ungkapnya.

Dia menyebut landmark bangunan, lukisan, naskah tonil Bung Karno adalah bukti nyata bahwa karya seni-nya sarat dengan pesan perjuangan, pesan kemerdekaan, dan pesan persatuan Indonesia. Dan sebagai karya seni, pesan-pesannya terus bergaung hingga masa kini.

Dia juga mengaku merasa sedih saat mendengar bahwa banyak kesenian tentang Indonesia, atau kesenian Indonesia yang dibuat dan diabadikan oleh orang asing, dan bukan oleh putra putri bangsa ini sendiri.

Untuk itu, dia berharap pameran seni rupa 'Energi Bung Karno' dapat menjadi pemicu api semangat untuk melestarikan, menguatkan dan menegaskan identitas bangsa Indonesia.

Sementara Syarif Hasan, yang juga Politikus Partai Demokrat, menyatakan pihaknya sangat mendukung pameran tersebut.

"Bung Karno itu milik semua anak bangsa, dia adalah pahlawan nasional kita," kata Syarif.

Penulis: /FMB