Pak Raden.
Karya Drs Suyadi atau yang lebih dikenal dengan panggilan Pak Raden resmi dibuka hari ini di Galeri Art Cinema FFTV, Institut Kesenian Jakarta, Jakarta Pusat.

Lebih dari 20 lukisan karyanya ia sertakan pada pameran tunggalnya. Torehan tangannya di atas kanvas ia sebut bergaya figuratif naratif, yaitu sebuah rekaman pandangan mata secara langsung yang kemudian ia tuangkan dalam karya lukis dan sketsa.

"Lukisan Mas Suyadi seperti camera man, menggambarkan pertunjukan di depan dan di belakang panggung. Semua terekam secara detil oleh Mas Suyadi. Ini merupakan bagian multitalenta Mas Suyadi," ucap Gotot Prakosa selaku Panitia Pelaksana Pameran Tunggal Seni Rupa Drs Suyadi (Pak Raden) saat ditemui di Galeri Art Cinema FFTV IKJ sore ini.

Pembukaan pameran tersebut juga dimeriahkan dengan penampilan Pak Raden yang nembang Jawa, penampilan Retno Maruti yang menari Kidang Kencana, testimoni dari sejumlah rekan serta kerabat, dan ditutup dengan pemutaran film Timun Mas, yaitu film animasi pertama Drs Suyudi yang ia garap selama hampir lebih dari 10 tahun.

"Tahun tujuh puluhan itu bikin film animasi susah sekali. Jaman dulu bahan bakunya, bahan seluloid mahal sekali, jadi harus irit menggunakannya," ujar Pak Raden menjelaskan proses pembuatan Timun Mas.

"Sampai tahun delapan puluhan, disarankan untuk bisa dimasukkan ke dalam film Unyil dan dibantu pendanaannya oleh pihak PFN. Jadilah film Timun Mas dalam cerita si Unyil," imbuhnya.

Pameran Seni Rupa Drs Suyadi (Pak Raden) ini akan berlangsung hingga tanggal 20 Juli 2012 dengan sejumlah agenda seperti Workshop Pembuatan Boneka dan Sosialisasi Hak Cipta Si Unyil pada tanggal 17 Juli 2012 mulai pukul 10.00 WIB hingga 16.00 WIB, Dongeng pada tanggal 18 dan 19 Juli 2012 pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB, Pemutaran Film Unyil pada tanggal 14 - 19 Juli 2012 pukul 15.00 WIB hingga selesai, dan penutupan pameran pada tanggal 20 Juli 2012 mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai.

"Lewat pameran seni rupa ini, diharapkan visi tentang seni, budaya, dan kesenian akan mampu memberi pengaruh yang positif dan menjadi inspirasi bagi generasi muda," tutup Gotot Prakosa.

Penulis: