Drs Suyadi atau yang akrab disapa Pak Raden
Penerapan perlindungan hak cipta dalam teori dan praktik.

Masalah hak cipta masih menjadi polemik yang berkepanjangan. Sebab banyak orang yang memiliki hak cipta, justru tidak mengetahui bagaimana penerapan penggunaannya yang meliputi hak-haknya sebagai pemilik hak cipta tersebut.

Sosialisasi penerapan hak cipta yang masih kurang membuat IPAS Institute berusaha membuka mata masyarakat mengenai seluk beluk perlindungan hak cipta dalam teori dan praktik dalam sebuah seminar menarik yang berlangsung, Rabu (10/10) di Erasmus Huis, Jakarta Selatan.

Persoalan penting yang paling mengemuka dalam masalah perlindungan hak cipta adalah tidak terlindunginya ekspresi budaya termasuk di dalamnya kesenian tradisional. Bahkan, pada beberapa peristiwa terjadi rezim hukum hak cipta bisa dimanfaatkan secara tidak semestinya untuk mengelabui publik, menghilangkan hak dari penciptanya sendiri, bahkan digunakan untuk kepentingan mengeruk keuntungan sendiri.

Dalam seminar ini, hadir pembicara utama, Profesor DR Agus Sardjono, SH, MH, guru besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia yang juga ketua Indonesian Intellectual Property Academy (IIPA).

Dalam kesempatan itu juga, Profesor Agus memberikan materi seputar penerapan perlindungan hak cipta dalam teori dan praktek. Dalam penjelasannya, ia juga menyampaikan perlindungan terhadap kesenian tradisional Indonesia yang acapkali diganggu dengan adanya klaim dari pihak yang tidak berhak.

Selain itu, salah satu pembicara yang belakangan diberitakan perihal konflik hak cipta dengan PFN, Pak Raden atau Drs Suyudi juga hadir. Ia menceritakan bagaimana tokoh si Unyil dan kawan-kawannya dibuat.

Hadir pula R Dwiyanto Prihartomo, SH, seorang pengacara dan konsultan HKI, Rika Amrikasari, Direktur IPAS yang menyampaikan fungsi dan efektifitas pembuktian dan pendaftaran ciptaan.

Penulis: /FMB