Para personel NOAH
Ariel dinilai sosok artis yang kurang patut menjadi panutan generasi muda.

Konser grup musik Noah yang dijadwalkan berlangsung di Kota Palu Rabu (5/12) batal karena pihak penyelenggara belum mendapat izin dari kepolisian.

"Kepolisian tidak memberikan izin karena alasan keamanan," kata Kepala Polda Sulawesi Tengah Brigjen Pol Dewa Parsana di Palu, Selasa malam.

Selain alasan keamanan, dia mengatakan kepolisian memiliki berbagai pertimbangan lain salah satunya adalah Kota Palu termasuk daerah rawan konflik.

"Kami harus mengantsipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan," kata Parsana.

Pada Selasa sore puluhan massa aksi dari mahasiswa Universitas Alkhairaat Palu dan Front Pembela Islam yang tergabung dalam Forum Umat Islam Bersatu melakukan aksi penolakan konser Noah di Kota Palu.

Akibat aksi tersebut Ariel dan personel grup Noah batal melakukan jumpa penggemar di Ibu Kota Sulawesi Tengah. Pengunjuk rasa menilai grup musik Noah yang dimotori Nasril Ilham atau yang dikenal Ariel adalah sosok artis yang kurang patut menjadi panutan generasi muda semenjak video mesumnya beredar di dunia maya.

"Aparat keamanan harus menolak konser tersebut karena khawatir dampak buruk terhadap generasi muda," kata Ali Akbar, seorang peserta aksi.

Akibat batalnya pertunjukkan, personel Noah yang sudah datang di Palu sejak Selasa pagi akhirnya meninggalkan Ibu Kota Sulawesi Tengah pada malam hari itu juga.

Ratusan penggemar grup band yang sebelumnya bernama Peterpan merasa kecewa dengan batalnya konser grup band asal Bandung ini. Bahkan, sejumlah penggila Noah dari Kabupaten Poso, Kabupaten Donggala, dan Kabupaten Parigi Moutong juga sudah tiba di Kota Palu guna menghadiri acara jumpa penggemar.

Semasa bernama Peterpan, Ariel dan keempat rekannya telah dua kali melakukan pertunjukan musik di Kota Palu. Setiap konser grup band itu belasan ribu penggemar selalu memadati pertunjukan.

Penulis: