Kotan Pasaman yang melucurkan buku kisah kehidupannya.
Dari karier hingga rumah tangganya.

Sosok yang sangat peduli dengan perkembangan industri pupuk di Indonesia, Kota Pasaman dikisahkan dalam sebuah buku yang berjudul Berkarya Dengan Hati. Layaknya buku biografi, cerita awal seorang Kotan diceritakan secara gamblang.

Sosok yang dikenal dengan sebutan "Bapak Industri Pupuk Indonesia" itu lahir di Tanjungkarang, 5 April 1933. Setelah lulus dari ITB, ia memulai kariernya dengan bekerja di industri pupuk.

Tantangan terbesarnya adalah saat industri pupuk di tanah air mengalami kemunduran, baik dari produksi maupun kesejahteraan karyawan pabrik. Namun ia bisa mengatisanya dengan merangkul para karyawan PT Pupuk Sriwidjaja sehingga keberhasilan pun diraihnya.

Ia tercatat pernah juga bekerja di PT Semen Cibinong selama satu tahun dan kemudian kembali ke industri pupuk dengan bekerja di PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) dengan jabatan Presiden Direktur.

Salah satu yang tidak bisa dilupakannya adalah menghadapi M Jusuf, yang saat itu menjawab sebagai Menteri Perindustrian. M Jusuf yang dikenal 'galak' dapat melunak dihadapannya.

Meski memiliki jabatan yang tinggi, diceritakan Kotan tidak sungkan-sungkan turun ke lapangan. Sebab ia merasa seorang insinyur tidak dapat tinggal diam di belakang meja, namun sejatinya tetaplah orang lapangan.

Kini di masa pensiunnya, Kotan pernah menemukan sebuah kejadian yang tak disangkanya. Ia dan keluarga pernah diusir keamanan pabrik PT PUSRI, saat hendak mengabadikan dirinya di depan pabrik. Namun ia tidak merasa tersinggung lantaran pihak keamanan memang tidak mengetahui, siapa dia sebenarnya.

Kisah menarik lain dari kehidupannya yang tertuang di buku adalah saat dimana ia dianggap sebagai anggota PKI oleh pemerintah dan dijebloskan ke penjara. Kisah yang menyentuh hati tentang istri pertamanya yang terkena sakit kanker dan anaknya yang juga 'terbelakang' menjadi bagian menarik dari buku ini.

Penulis: