Salah satu jenis lemur.
Akibat perusakan hutan habitat binatang ini di Madagaskar.

Studi terkini mengungkap kenyataan, lemur adalah binatang paling terancam kepunahan. Perusakan hutan hujan penebangan ilegal dan perburuan membuat primata ini mendekati kepunahan.

Begitu isi laporan yang diterbitkan oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN) Species Survival Commission, minggu ini.

Sekitar 9 dari 10 spesies lemur dari 103 yang ada di Antanarivo, Madagaskar, terancam punah. Hal ini menempatkan lemur sebagai hewan paling terancam kepunahan dibanding binatang mamalia lain, reptil, amfibi, dan unggas,.

Salah satu anggota IUCN yang juga menjabat sebagai kepala periset primatologi Bristol Zoo Garden, Christoph Schwitzer mengatakan, "Hasil workshop review kami minggu ini sungguh mengejutkan karena menunjukkan Madagaskar memiliki proporsi spesies paling terancam kepunahan dari wilayah habitat primata di dunia."

Dilaporkan situs livescience, 23 dari spesies lemur masuk ke dalam kategori "Terancam Kepunahan Kritis", 52 spesies masuk dalam kategori "Langka", dan 19 lainnya masuk dalam kategori "Rentan".

Perburuan adalah ancaman terberat dari hewan-hewan ini di masa kini. Kemiskinan dan ketidakstabilan politik adalah penyebab rusaknya habitat alami hewan ini.

Padahal, menurut para ilmuwan, ekonomi Madagaskar sebenarnya sangat terpengaruh pada kedatangan turis yang tertarik pada keberagaman hewan dan tumbuhan di pulau tersebut. Bila lemur benar-benar punah, maka ekonomi negara tersebut akan makin terancam rusak.

Beberapa jenis lemur yang masuk dalam kategori "Terancam punah" kritis  adalah indri, lemur terbesar, yang merupakan hewan monogami dan dianggap sebagai spesies suci di Madagaskar, dan diperkirakan ada hubungan dengan manusia.

Selain itu, lemur tikus Madame Berthe, yakni primata terkecil, dengan berat hanya 30 gram. Serta lemur hitam bermata biru, yang merupakan spesies primata selain manusia yang memiliki mata berwarna biru.

Lemur mendapat namanya dari kata lemures, yakni kata yang digunakan untuk menggambarkan roh atau hantu di mitologi Roma karena gaya hidup hewan ini yang nokturnal (aktif di malam hari).

Penulis: /WEB