Salah satu sudut di Taman Nasional Taroko, Taiwan
Memiliki seabrek objek wisata. Mulai dari wisata pegunungan, pertanian, air panas, pantai, religius, hingga wisata kuliner.

Taman Nasional Taroko yang terletak di atas pegunungan menjadi salah satu ikon wisata Hualien County, Taiwan. Untuk mencapai taman tersebut, wisatawan harus melewati Hualien City.

Ada beberapa pilihan transportasi. Wisatawan bisa memanfaatkan kereta cepat Taiwan. Cukup tiga jam dari Taipei, ibu kota Taiwan. Dari stasiun kereta Hualien, perjalanan dilanjutkan menggunakan mobil, tak lebih dari satu jam. Perjalanan menjadi nyaman melin- tasi jalan aspal nan mulus dan bebas dari kemacetan lalu lintas jalan.

Pilihan lain, wisatawan bisa memakai mobil sport utility vehicle (SUV) atau bus dari Taipei. Tentu saja, waktu yang dibutuhkan lebih lama dibandingkan dengan menggunakan kereta cepat.

Oh ya, untuk mencapai Taipei dari Jakarta butuh waktu berkisar 5,5-6,5 jam. Waktu yang dibutuhkan agak sedikit jika kita memakai penerbangan langsung dari Jakarta. Dari Jakar- ta, tersedia berbagai penerbangan seperti Evaair, China Air, dan Air Asia. Dari ketiga maskapai itu, Air Asia harus transit dulu di Kuala Lumpur, Malaysia. Penumpang akan dipindah ke pesawat lebih besar, yakni Airbus A330-300 milik Air Asia X yang khusus menerbangi rute jauh.

Hualien, jika di Indonesia, setara dengan provinsi. Luasnya sekitar 300 kilometer persegi. Jangan kaget jika wilayah seluas itu dikunjungi sekitar enam juta wisatawan asing pada 2011. Maklum, kawasan ini memiliki seabrek objek wisata yang menjanjikan. Mulai dari wisata pegunungan, pertanian, air panas, pantai, religius, hingga wisata kuliner.

Nah, Taman Nasional Taroko merupakan andalan yang menggoda bagi para wisatawan. Saat Investor Daily berkunjung ke sana pada pengujung Oktober 2012, tak henti-henti melihat rombongan wisatawan asing dan domestik yang singgah ke Taroko.

Pemandangan nan elok berupa gunung batu, sungai nan jernih dengan bebatuan marmer yang eksotik, dilengkapi dengan sajian terowongan atau gua-gua eksotik. Jalan yang berkelok dan suhu udara yang sejuk menambah pengalaman tersendiri saat menjelajah Taman Nasional Taroko.


Tentara dan Terowongan
Di kawasan yang memiliki 27 gunung dengan puncak tertinggi 3.500 meter di atas permukaan laut itu, ada semangat heroisme yang menjadi saksi bisu. Jalan di sepanjang Taman Na- tional Taroko beraspal mulus dan berkelok. Ada tanjakan dan turunan dengan sebagian di sisi kanan atau kirinya ber upa jurang yang curam.

Aroma heroisme tercium dari kisah pembangunan per tama jalan di taman tersebut. Pembangunan jalan dan terowongan di kawasan itu diawali oleh para Tentara Demokratik pimpinan Chiang Kai Sek yang berjuang mendirikan negara demokrasi. Taiwan berdiri pada 20 Mei 1948.

Chiang Ching Kuo pada musim panas 1955 memulai pembangunan Tong Men, jalan bagian selatan wilayah pegunungan itu. Jalan itu melintasi Gunung Qilai dan per tamakali dibuka untuk umum pada 9 Mei 1960.

Pembangunan jalan dan terowongan tersebut memakan korban sekitar 200 jiwa. Maklum, saat awal pembangunan menggunakan alat sangat sederhana. Mengandalkan kekuatan tangan. Sebut saja misalnya, pembangunan jalan dan terowongan Swallow Grotto yang memiliki panjang 12 kilometer (km).

Tahun 1979 sempat dibangun ulang karena runtuh, seperti juga kasus 1987 ketika bebatuan jatuh mer usak terowongan Eternal Spring Chang Chun. Pembangunan ulang itu selesai tahun 1989. Mei 2000, para tentara yang mem- bangun jalan pada 1955, sempat dikum- pulkan oleh pemerintah untuk reuni. Jalan terrsebut bisa menghubungkan Hualien dengan Taichung County.

Saking banyaknya, pemandu wisata tak bisa menjawab pertanyaan ada berapa terowongan di kawasan berudara sejuk tersebut. Cuaca yang cenderung lembab, pemandangan nan indah, eksotiknya batu marmer di dinding gunung dan di dasar sungai yang jernih, serta air terjun, membuat wisatawan betah. Mereka berdatangan dari dalam dan luar negeri.

Tak heran jika Hualien dikunjungi enam juta wisatawan pada 2011. Tahun ini, ditargetkan 6,5 juta orang. Tentu mayoritas bakal singgah ke Taroko National Park sebagai magnet
utama. Hutan dan pegunungan di taman itu juga menyimpan keanekaragaman flora dan fauna. Termasuk, sejumlah air terjun yang menakjubkan.

Air Terjun dan Lumba-lumba
Salah satunya adalah air terjun di Baiyang. Untuk mencapai air terjun tersebut, wisatawan membutuhkan wakttu 40 menit berjalan kaki. Melintasi lima terowongan gelap dan jalan setapak berkelok. Gelapnya terowo- ngan bisa ditaklukan dengan cahaya senter. Namun, curamnya jurang harus ditaklukan dengan kehati-hatian saat melintas.

Pemandangan kian eksotik ketika mendekat air terjun yang cukup tinggi itu. Wisatawan harus melintas di atas jembatan gantung. Sedangkan terowongan atau gua berair jernih menjadi hidangan penutup. Rasa letih perjalanan kaki sepanjang 4,2 kilometer pulang pergi seakan sirna oleh kemolekan pemandangan. Udara dan air sungai yang sejuk se- per ti memanjakan tubuh.

Hualien juga punya tawaran wisata laut. Kota yang berada di tepi Laut Pasifik itu, menyediakan fasilitas kapal boat untuk melihat atraksi lumba- lumba di laut lepas.
Ada juga wisata petualangan seperti hiking dan menyusuri jernihnya sungai berbatu. Operator wisata menyusuri sungai menata dengan apik layanan yang disajikan. Mulai dari perlengkapan keselamatan seperti baju khusus, sepatu, helm, dan pelampung, hingga minuman hangat seusai bermain air dingin di sungai yang terletak di lembah pegunungan.

Bagi penyuka kuliner, Hualien menjadi surga tersendiri. Aneka panganan tradisional, seper ti mochi dan golden clam, siap menggoyang lidah para wisatawan.


Penulis: