Bupati Bogor Rachmat Yasin

Depok - Polresta Depok menetapkan Bupati Bogor Rachmat Yasin sebagai tersangka atas dugaan pelanggaran pemilu pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat 24 Februari lalu. Pihak kepolisian menilai Rachmat Yasin melakukan pelanggaran, yakni melakukan kampanye ilegal saat pilkada berlangsung.

Menurut Kapolresta Depok, Komisaris Besar Polisi Achmad Kartiko, Rachmat dijerat dengan UU 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah Pasal 116 Ayat (4) jo Pasal 80 dengan ancaman maksimal kurungan 6 bulan.

"Sejumlah saksi telah diperiksa Penegak Hukum Terpadu (Gakumdu). Alat bukti yang diamankan telah memenuhi unsur tindak pidana pemilu," kata Achmad di Depok, Jawa Barat, kemarin.

Achmad Kartiko menegaskan Rachmat Yasin tidak mengajukan cuti saat berkampanye ilegal tersebut. Bupati Bogor Rachmat Yasin telah diperiksa di markas Polresta Depok atas laporan Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Bogor dan baru ditetapkan sebagai tersangka, Selasa (12/3).

Dari hasil penyidikan, salah satu bentuk pelanggaran tersangka terjadi di wilayah hukum Polresta Depok, yakni di kawasan Bojonggede, Kabupaten Bogor.

"Secara administrasi Bojonggede memang masuk Bogor. Namun secara hukum masuk wilayah Polresta Depok karena yang menangani kasusnya Polsek Bojonggede. Sedangkan Polsek Bojonggede di bawah naungan Polresta Depok," tutur Achmad.

Kini, semua berkas pemeriksaan dinyatakan lengkap dan telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Bogor.

Bagaimana dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang juga pernah berkampanye untuk pasangan calon gubernur Jabar Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki di Depok, beberapa waktu lalu?

"Kami hanya melakukan penindakan berdasarkan adanya laporan. Jika tak ada laporan pelanggaran, kami tidak melakukan penindakan," tutur Achmad.

Penulis: RIA/AB

Sumber:suara pembaruan