Ilustrasi penusukan.

Jakarta - Bintang (28), korban penganiayaan oleh pemuda lain di dalam bus Metromini, diketahui merupakan anak punk. Hal itu dikatakan oleh Kapolsek Jatinegara, Kompol Suminto, kepada wartawan, Selasa (19/3).

"Korban itu anak punk. Kejadian sekitar pukul 22.30 WIB malam tadi," kata Suminto.

Dikatakan Suminto, pihaknya akan menyelidiki kasus tersebut. Sejauh ini, menurut dia, pihaknya belum mendapat keterangan dari korban yang masih tak sadarkan diri dan dirawat intensif di RS Budi Asih. Sementara kepada sejumlah warga yang menolongnya saat terkapar di Terminal Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (19/3) dini hari, korban mengaku sering nongkrong di sekitar Universitas Kristen Indonesia (UKI).

"Dia biasa nongkrong di sana (UKI)," jelas Suminto pula.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bintang mengaku menjadi korban pengeroyokan dengan senjata tajam oleh pemuda lainnya di dalam bus Metromini, sebelum dibuang oleh pelaku di tengah jalan. Dengan tubuh penuh luka tusuk, dia ditemukan dan diselamatkan warga saat terkapar di Terminal Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, pada Selasa (19/3) dini hari.

Salah seorang saksi mata bernama Dai (34) menuturkan, dirinya melihat korban tengah berjalan sempoyongan di pinggir Jalan Basuki Rahmat, tepatnya di bawah fly over Kampung Melayu. Tak lama, korban tersungkur di aspal. Beberapa luka tusukan pun ditemukan di sekujur tubuh korban.

"Badannya penuh luka tusuk. Di kepala belakang, di leher belakang lebar banget. Sama di punggung, seperti dicacah," kata Dai.

Sejumlah warga kemudian memindahkan korban ke trotoar. Kepada warga yang menolongnya, Bintang mengaku telah dianiaya oleh pemuda lainnya dan dibuang dari bus Metromini. Pernyataan ini tak dipercaya begitu saja oleh warga yang langsung memberitahu pihak kepolisian. Pasalnya, korban tampak setengah sadar saat ditanya warga.

"Kita panggil polisi dulu. Setelah patroli sudah ada, korban yang sudah sekarat itu langsung dibawa ke Rumah Sakit Budi Asih untuk diobati," kata Dai.

 

Suara Pembaruan

Penulis: F-5

Sumber:Suara Pembaruan