Ilustrasi pegawai negeri sipil (PNS).

Jakarta - Forum Tenaga Honorer DKI Jakarta menduga terjadi manipulasi data tenaga honorer yang akan diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) DKI Jakarta. Manipulasi data tenaga honorer diduga dilakukan oknum pejabat DKI, yang mengganti nama tenaga honorer dengan nama keluarganya. Sehingga banyak tenaga honorer lama yang tidak lolos menjadi CPNS DKI.

Sebanyak 15 orang tenaga honorer mendatangi Balaikota DKI Jakarta, hari ini. Maksudnya ingin mengadukan nasib mereka langsung kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), namun akhirnya mereka diterima Asisten Sekda DKI Jakarta bidang Kesejahteraan Masyarakat Mara Oloan Siregar.

Ketua Forum Tenaga Honorer DKI Jakarta Abdul Latif menegaskan kinerja Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta tidak transparan. Karena banyak nama tenaga honorer di kelurahan di coret diganti dengan nama-nama baru yang tidak jelas asalnya.

"Otomatis, dengan dicoretnya nama tenaga honorer tersebut, maka tidak bisa ikut seleksi CPNS. Karena telah digantikan nama-nama baru. Dibilang, berkas mereka tidak lengkap, padahal mereka sudah memasukkan data di kelurahan," kata Latif di Balaikota DKI, Jakarta, Rabu (10/4).

Dia menyayangkan hal itu bisa terjadi, karena menyebabkan ribuan tenaga honorer terancam kehilangan pekerjaannya. Dari 2.700 tenaga honorer, yang hanya masuk sebanyak 1.200 orang. Karena itu, Latif mempertanyakan janji Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama saat kampanye. Yaitu akan memperhatikan tenaga honorer di DKI Jakarta.

Dia pun menantang Jokowi untuk membongkar kasus ini dengan segera. Sekaligus meminta pengangkatan tenaga honorer juga dapat dilakukan melalui seleksi terbuka. Seperti yang dilakukan dalam lelang terbuka untuk jabatan camat dan lurah.

"Saya tantang Gubernur untuk bongkar kasus ini. Jika camat dan lurah saja bisa dilelang, maka penerimaan CPNS melalui tenaga honorer juga bisa melalui seleksi terbuka," ujarnya.

Salah satu tenaga honorer di Kelurahan Melawai Lia Indra Astuti mengungkapkan, dari sembilan tenaga honorer di Keluarahan Melawai hanya empat yang lolos, karena diniliai berkas tidak lengkap. Dalam daftar nama yang lolos terdapat sejumlah keluarga pejabat DKI, diantaranya Imanda Sukmawati, Rizki Akbar Munazat, Rahmat hidayat dengan alamat rumah Keluarahan Kembanagan Selatan RT 01 RW 03.

"Saya yang mengkoordinir dan memasukkan data, saya pastikan semua berkas lengkap. Namun hanya empat yang lolos. Kami tidak pernah kenal siapa mereka, kerjanya seperti apa, yang jelas Itu alamat rumah mantan Wali Kota Jakarta Selatan Syahrul Effendi," ungkapnya.

Juga terdapat nama Arif Usman, Ahmad Muhammad, Nur Cholis yang merupakan keluarga Plt Camat Setia Budi. “Namun nama mereka tersebar di beberapa kelurahan,” ujarnya.

Penulis: Lenny Tristia Tambun