Ilustrasi tempat kejadian peristiwa (TKP).

Jakarta - Dua pelaku pembacokan yang menewaskan Jani Wahyu Sugiarto (17) pelajar kelas X SMK Sriwijaya saat tawuran antarkelompok remaja di sebuah kebun pisang di daerah Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur berhasil dibekuk aparat. Sementara seorang lainnya yang disebut sebagai tersangka utama hingga kini masih dinyatakan buron.

Kedua tersangka berinisial NG alias Epeng (16) dan HR alias Eman (17) saat ini mendekam di sel tahanan Mapolsek Cakung. Keduanya ditangkap beberapa jam usai perkelahian tersebut.

"Kejadiannya hari Minggu (14/4) dini hari. Dua orang ini ditangkap pagi hari di rumahnya masing-masing yang berada di sekitar lokasi," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Jakarta Timur AKBP M Saleh kepada wartawan, Senin (15/4).

Dalam tawuran yang terjadi sekitar pukul 03.00 WIB tersebut, kedua tersangka, kata Saleh, berperan melemparkan batu dan memegang korban agar tidak kabur. Sementara tersangka lain, berinisial L yang saat ini masih diburu diketahui merupakan pelaku penusukan yang menyebabkan korban meregang nyawa. Saat ditangkap, dari kedua tersangka, aparat menyita barang bukti berupa kaos dan sandal jepit.

"Sementara senjata tajam yang digunakan L belum kami temukan, karena tersangka belum ditangkap," katanya.

Sejauh ini, Saleh menuturkan, tawuran yang menewaskan Jani tersebut melibatkan dua kelompok remaja yang menamakan diri mereka Serdadu Jaya dan Rawa Badung. Saling ledek antara kedua kelompok diduga menjadi pemicu tawuran yang terjadi tepat di depan Kantor Kelurahan Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur tersebut. Epeng dan Eman yang saat ini diperiksa intensif di ruang Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Cakung dijerat Pasal 170 KUHP Ayat (1) dengan ancaman hukuman di atas 12 tahun kurungan penjara.

Diberitakan sebelumnya, Jani tewas dengan luka bacok di bagian pinggang sebelah kanan. Anggota kepolisian bersama warga yang sempat membubarkan tawuran tersebut menemukan korban telah terkapar. Dalam perjalanan ke Rumah Sakit Islam Pondok Kopi, korban mengembuskan nafas terakhirnya.

Suara Pembaruan

Penulis: F-5/NAD

Sumber:Suara Pembaruan