Uang rupiah

Jakarta - Aparat Polsek Jagakarsa, membekuk pengedar uang palsu berinisial NR, di Jalan Margasatwa, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Barang bukti sebesar Rp54 juta uang palsu, turut diamankan dari tangan tersangka.

Kapolsek Jagakarsa, Komisaris Polisi Muhammad Arsalam, menuturkan penangkapan tersangka NR, berasal dari informasi masyarakat tentang adanya kegiatan peredaran uang palsu, di Jalan Margasatwa, Minggu (14/4). Merespon laporan itu, polisi langsung membekuk NR yang tengah bertransaksi dengan MR dan UJ.

Sayang, pada saat penangkapan MR dan UJ berhasil melarikan diri.

"Saat disergap, dua orang langsung kabur dan satu berhasil ditangkap. Ketika dilakukan penggeledahan, ditemukan uang palsu sekitar Rp54 juta, pecahan Rp100 ribu. Uang palsu itu rencananya akan dijual dengan perbandingan dua banding satu," ujar Arsalam di Mapolsek Jagakarsa, Selasa (16/4).

Dikatakan Arsalam, pasca penangkapan, anggotanya kemudian menggeledah rumah NR di bilangan Citeurep, Bogor, Jawa Barat. Namun, di rumah tersangka tidak ditemukan lembaran uang palsu lain maupun peralatan atau bahan untuk mencetak uang palsu.

"Uang itu berasal dari penjualan mobil. Jadi awalnya tersangka mau beli tanah, lalu menggadaikan mobil dan mendapat bayaran uang palsu itu. Setengahnya, ia simpan sekitar satu tahun," ungkapnya.

Menurut Arsalam, atas perbuatannya NR dijerat dengan Pasal 244 jo 245 KUHP tentang Pengedaran Uang Palsu, dengan ancaman 15 tahun. NR sendiri, kini mendekam di ruang tahanan Mapolsek Jagakarsa.

"Kami masih menelusuri apakah tersangka merupakan sindikat peredaran uang palsu," tandasnya.

Sementara itu, NR mengaku mendapatkan uang palsu itu dari penjualan mobil. Selanjutnya, ia menyimpan setengah uang hasil penjualan selama sembilan bulan.

"Saya orang enggak punya, hanya pedagang sayur. Ada yang mengajak bisnis tanah. Buat beli tanah, jual mobil dibayar pakai uang yang enggak laku. Sisanya saya simpan selama sembilan bulan. Setelah itu, ada teman yang nanyain uang enggak laku itu (mau beli), saya bilang ada," ujarnya.

Penulis: Bayu Marhaenjati/YUD