NN (berkerudung hitam) pelaku pemotong alat kelamin.

Jakarta - Motif NN (22) memotong alat kelamin AM terkuak sudah. Perempuan berkerudung itu, sengaja memotong kelamin korban lantaran sakit hati, karena sudah disetubuhi.

Kapolsek Pamulang, Kompol M Nasir, menuturkan motif pelaku memotong alat kelamin korban, karena sakit hati.

"Sebetulnya begini, pelaku dengan korban tidak ada hubungan pacar, yang ada hanya pertemanan. Kemudian keduanya janjian di suatu tempat di daerah Pamulang, lalu jalan. Saat jalan-jalan itulah, terjadi hal-hal yang mungkin menyakitkan bagi tersangka. Salah satunya adalah adanya persetubuhan sebelum kejadian, sehingga tersangka sakit hati," ujar Nasir di Mapolsek Pamulang, Selasa (21/5).

Berdasarkan keterangan, lanjut dia, pelaku dipaksa untuk melakukan hubungan badan.

"Dia bukan pacar, dia bukan sebagai muhrim, tapi dia mengajak persetubuhan. Itu yang membuat dia sakit hati. Secara psikologis karena dia bukan pacar, jadi ada pemaksaan yang mungkin dia tidak bisa tolak," tambahnya.

Ia melanjutkan, kronologis pemotongan itu berawal ketika pelaku dan korban berjanjian bertemu, di daerah Pamulang.

"Kemudian mereka jalan, berpindah-pindah tempat. Pergi ke Sawangan, Reni Jaya, Jalan Lamtoro, lalu ke Sawangan lagi. Di tengah perjalanan itu, korban meminta bersetubuh. Menurut pengakuan dua kali, namun yang pertama tidak selesai karena suasana tidak memungkinkan. Lalu, pindah ke Sawangan lagi dan terjadi persetubuhan," katanya.

Nasir mengatakan, setelah melakukan persetubuhan itu, keduanya makan nasi goreng di Jalan Lamtoro.

"Pelaku menemukan pisau cutter saat makan nasi goreng itu. Ia menginjak cutter, lalu menyimpannya di balik kerudungnya. Tidak ada rencana membawa pisau itu," ungkapnya.

Pelaku melakukan pemotongan, kata Nasir, ketika mau pulang. "Saat mau pulang, pelaku bilang 'saya mau lihat dong punya kamu'. Lalu korban membuka celananya, dipegang dan dipotong. Itu sekali potong. Saat dipotong korban tidak berteriak. Korban tidak dalam kondisi mabuk, mungkin karena merasa malu makanya tidak berteriak," jelasnya.

Nasir menyampaikan, usai memotong kelamin korban, pelaku tidak langsung kabur.

"Pelaku tidak langsung kabur. Malah mengajak korban ke rumah sakit. Namun, korban tidak mau dan berjalan sendiri. Saat ditinggal, dia tak tahu mau ke mana. Akhirnya, dia naik angkot. HP korban tidak sengaja dia bawa," bilangnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini pelaku mendekam ditahanan Mapolsek Pamulang, Jakarta Selatan. Pelaku terancam dijerat pasal 351 Ayat (2) dan 363 KUHP. "Karena ada handphone korban yang dibawa oleh tersangka. Ancaman 351 lima tahun, untuk 363 tujuh tahun," tegasnya.

Polisi sendiri telah mengamankan NN di rumahnya Jalan Raya Kosambi Timur, Desa Sidungkul, Cengklong, Kosambi, Tangerang, Senin (20/5) sore.

Penulis: Bayu Marhaenjati