Ilustrasi seorang tahanan di borgol.

Jakarta - Polsek Sawah Besar, membekuk buronan pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) atas nama Nurul Huda (27), di belakang Stasiun Juanda, Senin (24/6), sekitar pukul 19.00 WIB.

Modus tersangka, berpura-pura menanyakan alamat sebelum menjalankan aksinya.

Kapolsek Sawah Besar, Kompol Shinto Silitonga, menuturkan, peristiwa curas itu terjadi di halte depan Masjid Istiqlal, Jalan Wijaya Kusuma, sekitar pukul 04.15 WIB, Kamis (14/3) lalu.

"Modus kelompok pelaku menggunakan motor dan di parkir di sekitar halte. Kemudian, mencari calon korban berpura-pura menanyakan arah jalan tertentu. Ketika lengah, korban ditodong dengan senjata tajam dan diambil secara paksa HP-nya," ujar Shinto, Selasa (25/6).

Ia mengatakan, pada saat itu, korban atas nama Safei (29) sempat melawan. Namun, pelaku langsung menusuk punggung sebelah kiri korban, lalu melarikan diri.

"Selain terluka, korban mengalami kerugian HP merk Asiafone Tipe AF207i warna hitam kombinasi silver. Saat kejadian, korban sedang bersama dengan adiknya menunggu keluarga lainnya dari Brebes yang akan studi tour di Masjid Istiqlal," ungkapnya.

Shinto menyampaikan, polisi sebelumnya berhasil membekuk tersangka lainnya atas nama Joko Purnomo (34), di Stasiun Juanda, Jumat (15/3) lalu. "Ia sudah diberkas dan sudah diserahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat," katanya.

Sementara, Nurul Huda menjadi DPO (daftar pencarian orang) dan baru ditangkap kemarin malam, di belakang Stasiun Juanda. "Dari tersangka disita barang bukti berupa sebilah senjata tajam jenis pisau lipat sepanjang 15 cm, berwarna hitam kombinasi merah," jelasnya.

Menurut Shinto, tersangka Nurul tercatat juga sebagai buronan kasus pencurian dengan kekerasan di daerah Monas dan Gambir.

"Modusnya, mendekati pasangan yang sedang berpacaran, lalu bersama teman-temannya menodongkan senjata tajam dan meminta HP serta uang pasangan itu. Tiga temannya sudah berhasil ditangkap Polsek Gambir, namun Nurul saat itu berhasil melarikan diri," paparnya.

Atas perbuatannya, tersangka Nurul kini meringkuk di balik jeruji Polsek Sawah Besar. "Penyidik menerapkan persangkaan Pasal 365 KUHP dengan ancaman pidana 12 tahun penjara," jelasnya.

Penulis: Bayu Marhaenjati