Ilustrasi korban perempuan.

Jakarta - Jajaran Polsek Cakung dan Polres Jakarta Timur terus menyelidiki kasus penemuan mayat di samping Kantor Walikota Jakarta Timur, Jalan Dr Sumarno RT 03/08 Pulogebang, Jakarta Timur, pada Jumat (5/7) pagi. Dari penyelidikan sementara pihak kepolisian, korban yang diketahui bernama Lili Wijayanti (31) diduga dibunuh orang dekat.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur AKBP M. Saleh menyatakan, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi terkait dugaan pembunuhan tersebut. Dari pemeriksaan tersebut, sejumlah orang terdekat Lili dicurigai sebagai pelaku pembunuhan. Namun, Saleh enggan menyebut secara rinci mengenai identitas dan motif pelaku.

"Kita sudah lakukan pemeriksaan sementara. Sudah ada yang kita curigai sebagai pelaku," kata Saleh saat ditemui usai acara pemusnahan minuman keras di Polsek Pulogadung, Jakarta Timur, Jumat (5/7).

Saleh mengatakan, sebelum menyimpulkan hasil penyelidikan, pihaknya tengah mengumpulkan berbagai keterangan dan bukti pendukung lain terkait pembunuhan tersebut.

Sebelum ditemukan tewas dengan sejumlah luka di sekujur tubuhnya, Lili diketahui sempat bertemu dengan bibinya, Sopiatun (40) di rumahnya Pulogebang, RT 03/08, No 06, Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, pada Kamis (4/6) malam. Sopiatun yang biasa disapa Atun, mengatakan, saat itu, Lili datang ke rumahnya bersama sang ibu Sukinah (60) dan Ridho (11) anaknya.

"Mereka datang sekitar jam 19.00 WIB, dengan membawa dua tas besar," kata Sopiatun, saat ditemui wartawan di rumahnya, Jumat (5/7) malam.

Atun menuturkan, kedatangan Lili ke rumahnya karena sedang bertengkar dengan sang suami, Eman. Dikatakan, Lili bermaksud memberi pelajaran kepada Eman dengan pergi sementara dari rumah kontrakan mereka di daerah Pulojahe, Cakung. Pemicu pertengkaran rumah tangga itu diduga lantaran sudah dua bulan terakhir Eman tak lagi bekerja seperti biasa sebagai supplier snack ke warung-warung kecil.

"Karena itu mereka sering ribut-ribut. Bahkan, Lili cerita pernah dipukul sama suaminya. Dia bilang mau menumpang tinggal sementara sambil mencari kontrakan," kata Atun.

Keesokan harinya atau pada Jumat (5/7), sekitar pukul 04.30 WIB, Lili sudah bangun, dan berpamitan kepada Atun untuk ke luar rumah. Alasannya untuk menjenguk orang yang sakit di rumah kontrakan. Namun, tak lama, saat sedang belanja di pasar, Atun mendapat telepon, Lili ditemukan tewas di samping Kantor Wali Kota Jakarta Timur.

"Saya langsung pulang, dan ternyata saya dipanggil ke Polsek Cakung untuk diperiksa, karena saya orang yang terakhir kali berkomunikasi dengan Lili," ujar Atun.

Suara Pembaruan

Penulis: F-5/NAD

Sumber:Suara Pembaruan