Jajaran Reserse Satuan Narkoba Polrestro Jakarta Pusat menggerebek bahan baku pembuat sabu, Ephedrine cair. Lebih dari 100 kilogram Ephedrine cair diamankan oleh kepolisian.

Bekasi - Jajaran Reserse Satuan Narkoba Polrestro Jakarta Pusat menangkap pembuat bahan (prekursor) narkotika jenis sabu-sabu yang berlokasi di dalam perumahan Vila Meutia Kirana, Blok C 8 No. 11, Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawa Lumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (28/10) dinihari.

Dalam penggerebekan tersebut, aparat kepolisian menemukan bahan baku pembuat sabu-sabu berupa Ephedrine cair 100 kilogram lebih dan mengamanan pria berinisial ZS (31), pembuat Ephedrine.

Kasat Narkoba Polrestro Jakarta Utara, AKBP JR Sitinjak, mengatakan penangkapan di Bekasi ini merupakan hasil pengembangan dari tiga orang yang sebelumnya berhasil ditangkap di wilayah hukum Jakarta Pusat. Diketahui, salah satu dari mereka adalah warga negara asing.

"Penangkapan ini merupakan pengembangan dari satu tempat yang mengarah ke Bekasi (Vila Meutia Kirana). Kami telah melakukan pengintaian selama dua hari," ujar JR Sitinjak kepada wartawan, Senin (28/10) di lokasi pengerebekan.

Jajaran Reserse Satuan Narkoba Polrestro Jakarta Pusat menggerebek lokasi pembuatan bahan baku sabu, Ephedrine cair, sekitar pukul 03.30 WIB.

"Pelaku tinggal disini sejak tanggal 4 Oktober 2013. Sudah menempati perumahan ini, baru sekitar 24 hari," ujar Kasat.

Kepolisian belum bisa memastikan apakah pelaku yang tertangkap merupakan jaringan sindikat narkotika internasional karena sebelumnya, kepolisian juga menangkap seorang warga asing berinisial SI di Sawah Besar, Jakarta.

Hasil dari pengembangan terhadap penangkapan WNA, berinisial SI ini, kemudian kepolisian berhasil menangkap pembuat bahan sabu-sabu di Vila Meutia Kirana, Kota Bekasi.

"Kami belum bisa memastikan apakah pelaku terlibat sindikat narkoba internasional. Masih dalam pengembangan," imbuhnya.

Di lokasi, kepolisian menyita ratusan kilogram lebih Ephedrine cair dan lima kilogram Ephedrine murni yang telah diekstrak. Diperkirakan, satu kilogram Ephedrine murni setara dengan Rp 50 juta.

Ephedrine ini, diekstrak oleh pelaku dari obat Quantidex dan Sentra dengan menggunakan cairan Methanol.

Pantauan di lokasi, terdapat belasan jeriken warna putih dan biru, dengan kapasitas 25 liter yang berisi Methanol untuk mengekstrak Quantidex dan Sentra menjadi Ephedrine. Dan beberapa box kontainer plastik, yang disita kepolisian. 

Dapatkan kemudahan mengakses berita terkini BeritaSatu lewat tablet dan smartphone Anda. Download di AppStore (brt.st/ios) atau di PlayStore (brt.st/android).

Suara Pembaruan

Penulis: MKL/AF

Sumber:Suara Pembaruan