3 Pelaku Penganiayaan Anggota TNI Dibekuk

Pelaku pengeroyokan terhadap anggota TNI AU dibekuk anggota Reskrim Polrestro Bekasi Kota?, Kamis, 5 Januari 2017. (Suara Pembaruan/Mikael Niman)

Oleh: Mikael Niman / PCN | Jumat, 6 Januari 2017 | 08:42 WIB

Bekasi- Polisi membekuk tiga pelaku penganiayaan terhadap anggota TNI Angkatan Udara, Prada Riki Hidayat, Kamis (5/1) sore. Ketiga pelaku tersebut adalah Benny, Junaidy Ohoitenan dan Ilham‎. Hingga kini, polisi masih mengejar pelaku lainnya yang mencapai belasan orang yang mengeroyok Prada Riki Hidayat hingga tewas.

Menurut Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama Jemi Trisonjaya, pelaku dibekuk berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian. Para pelaku dengan jelas terekam CCTV saat melakukan pengeroyokan terhadap korban.

"Mereka diamankan berdasarkan rekaman kamera CCTV," ujar Jemi Trisonjaya dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (5/1).

Penyidik Polrestro Bekasi Kota bersama dengan Detasemen Polisi Militer Angkatan Udara (POM AU). Ketiga pelaku, masih diperiksa penyidik di Mapolrestro Bekasi Kota.

Riki Hidayat merupakan Tamtama Pengemudi Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI AU yang tewas setelah dikeroyok di Main Ball di Jalan Raya Pondokgede, Jatiwaringin, Pondokgede, Kota Bekasi Rabu (4/1) pukul 23.15 WIB.

Kejadian berawal ketika Serka Bayu Wicaksono bermain biliard di lokasi malam itu. Tiba-tiba datang dua pemuda dengan keadaan mabuk dan mengganggu Bayu Wicaksono yang sedang bermain biliard. Bola biliard diambil dan dimasukan ke dalam saku celana pelaku.

Melihat kejadian ini, Bayu mengampiri pelaku dan menegur pelaku. Namun jumlahnya kalah banyak, Bayu kembali ke dalam ruang biliard sambil menghubungi rekan yang lainnya.

Tidak lama berselang, datang teman yang lain menemani Bayu, termasuk Riki Hidayat.Merasa jumlahnya bertambah kemudian anggota TNI ini kembali terlibat cekcok dengan pemuda mabuk‎ yang sempat menggangu Bayu bermain biliard.

‎Pemuda mabuk itu, kemudian memanggil rekannya yang sedang berkumpul di sekitar lokasi. Sekitar 20 pemuda kemudian berkelahi dengan kelompok Bayu.

Karena tak sebanding, akhirnya kelompok Bayu bergegas meninggalkan lokasi. Riki Hidayat yang hendak mengambil motor mendapat pukulan keras di belakang kepala hingga terjatuh dari motor.

Kemudian pelaku mengeroyok Riki yang tak berdaya dengan menggunakan potongan paralon dan tongkat biliard. Diagnosa dokter, korban Riki mendapat delapan luka tusukan di tangan kanan kiri, pangkal lengan kiri, rusuk sebelah kiri, dan kepala bagian belakang.

Terpisah, Kasat Reskrim Polrestro Bekasi Kota, AKBP Dedy Supriadi, masih mencari pelaku lainnya. "Kami lakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya," ujar Dedy.

Para pelaku bakal dijerat Pasal 170 ayat (2) butir 3 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan tewasnya seseorang dengan hukuman penjara di atas 10 tahun.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT