Gubernur (nonaktif) DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok hadir dalam persidangan dugaan penistaan agama di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa 10 Januari 2016.

Ini 15 Poin Keberatan Basuki atas Keterangan Saksi Irena

Gubernur (nonaktif) DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok hadir dalam persidangan dugaan penistaan agama di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa 10 Januari 2016. (Antara)

Jakarta - Sidang kelima kasus dugaan penodaan agama yang diduga dilakukan Basuki Tjahja Purnama telah rampung. Usai persidangan, tim pengacara Basuki menyampaikan 15 poin keberatan terhadap saksi Irena Handono.

"Pengacara saya, penasihat hukum saya, akan menyampaikan beberapa poin," ujar Basuki usai persidangan, di Auditorium Kementerian Pertanian, Jalan RM Harsono, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (10/1).

15 poin keberatan itu, kemudian dibacakan Juru Bicara Tim Sukses Basuki Tjahja Purnama, Triana Dewi Seroja.

Berikut 15 poin tersebut:

Keberatan Bapak Basuki Tjahaja Purnama terhadap saksi Irena karena memberikan keterangan tidak benar dan fitnah pada persidangan.

1. Bapak Basuki Tjahaja Purnama keberatan dengan keterangan saksi Irena mengenai tuduhan penodaan agama yang dilakukan oleh Bapak Basuki Tjahaja Purnama pada saat doorstop di Balai Kota, DPP Nasdem, E-book merubah Indonesia, video You Tube di Pulau Seribu.

2. Bapak Basuki juga keberatan dengan saksi Irena yang hanya mengambil kalimat dari Bapak Basuki secara sepenggal-penggal (tidak utuh) yaitu pada kalimat : “Jangan percaya sama orang” faktanya orang di sini yang dimaksud oleh Bapak Basuki bukan ulama melainkan oknum politisi yang kerasukan roh kolonial.

3. Bapak Basuki keberatan dengan pernyataan saksi Irena yang menyatakan bahwa Bapak Basuki menafsirkan sendiri Al Maidah 51. Faktanya pada buku e-book Bapak Basuki yang berjudul merubah Indonesia, jelas tertulis: ”Padahal setelah saya tanyakan teman-teman termasuk Gus Dur…” dan Bapak Basuki tidak pernah mengkritisi Kitab Suci Al-Quran.

4. Pada Keterangannya di BAP nomor 11 saksi Irena mengatakan: “Cerminan kebencian Bapak Basuki Tjahaja Purnama terhadap agama Islam….” Hal itu jelas tidak benar dan fitnah, sebab faktanya adalah orang tua angkat Bapak Basuki beserta saudara angkatnya yang muslim yang notabene sebagai muslim yang taat pasti sangat marah dan sedih sebagaimana yang pernah diutarakan dalam nota keberatan Bapak Basuki dalam persidangan beberapa waktu yang lalu. Bahkan sampai sekarang di rumah Bapak Basuki di Belitung masih ada kotak sumbangan untuk membangun masjid karena Bapak Basuki dipercaya untuk itu, dan juga Bapak Basuki menyumbang pembangunan masjid dari uang pribadi.

5. Bapak Basuki keberatan atas pernyataan saksi Irena yang menyatakan soal iman dan sembahyang adalah cerminan kebencian Bapak Basuki kepada agama Islam. Fakta sebenarnya konteks pembicaraan Bapak Basuki adalah soal PNS dan dalam kedudukan Bapak Basuki sebagai Gubernur/Pejabat. Pada saat itu Bapak Basuki menyampaikan: “Untuk apa mengaku punya iman dan sembahyang, kalau kita melanggar sumpah jabatan? Jangan mengaku punya iman kalau masih korupsi. Makanya saya tunjukan cara beriman yang baik.”

6. Saksi Irena tidak mau menjawab saat ditanya pendapatnya mengenai adanya partai berbasis Islam yang mendukung calon non muslim?.

7. Bapak Basuki keberatan atas kalimat saksi Irena yang mengatakan Bapak Basuki memakai pidato di Kepulauan seribu sebagai kampanye terselubung. Faktanya itu adalah kunjungan kerja dan tidak ada kampanye.

8. Pada keterangan saksi Irena di BAP Nomor 13 mengenai gangguan nyata terhadap keutuhan NKRI. Faktanya adalah Justru Bapak Basuki sangat mendukung kesatuan NKRI terlihat dalam buku Bapak Basuki halaman 40.

9. Saksi Irena menerangkan bahwa yang hadir di Pulau Seribu semua adalah anak buah Bapak Basuki dan nelayan yang dapat ikan kerapu sehingga semua tepuk tangan dan tertawa. Faktanya yang hadir di sana adalah tokoh masyarakat, anggota DPR RI, para nelayan yang tidak ikut pembudidayaan. Justru kedatangan Bapak Basuki ke Kepulauan Seribu karena pada tahun 2014 hanya satu orang yang sukses ikut program pembudidayaan ikan kerapu juga tahun 2015 hanya satu orang, sehingga tahun 2016 Bapak Basuki mengajak dari sekolah perikanan.

10. Bapak Basuki keberatan dengan saksi Irena yang mengatakan: “Jangan harap Yesus turun di akhir zaman”. Menurut Bapak Basuki itu lah harapan orang Kristen dengan janji Yesus Kristus yang belum digenapi.

11.Bapak Basuki juga keberatan dengan saksi Irena yang mengatakan “Di Bible ada bilang orang Islam sesat atau domba yang hilang”.

12.Bapak Basuki keberatan terhadap anggapan saksi Irena bahwa Bapak Basuki ada kampanye di Kepulauan Seribu dan Bapak Basuki mengatakan “pilihlah saya” sebagaimana yang dikatakan saksi Irena. Faktanya adalah berulang kali Bapak Basuki mengatakan: “Jangan pilih saya.”

13. Bapak Basuki tidak pernah meminjamkan Monas untuk perayaan Paskah sebagaimana yang disebutkan saksi Irena. (selama Bapak Basuki menjadi Gubernur) untuk perayaan keagamaan di Istiqlal, Katedral, atau Lapangan Banteng sesuai ketentuan Pepres dan Bapak Basuki hanya menjalankan aturan saja.

14. Bapak Basuki tidak pernah mengubah aturan seragam sekolah dan meniadakan pakaian muslim dan muslimah. Justru Bapak Basuki membuat program untuk memberikan dana Rp 600.000 untuk kepentingan seragam tersebut. Sampai sekarang semua sekolah SD, SMP, SMA masih memakai seragam muslim/muslimah. Keterangan saksi Irena adalah fitnah.

15. Soal Bapak Basuki yang membongkar masjid dan tidak membangunnya kembali hingga saat ini sebagaimana yang diterangkan saksi Irena, faktanya Bapak Basuki tidak pernah merobohkan masjid dan tidak dibangun lagi. Justru jika mau membangun baru, maka harus merobohkan bangunan yang lama. Soal belum dibangun saat ini adalah hanya terkait tender yang belum selesai.

"Berdasarkan atas keberatan Bapak Basuki terhadap keterangan saksi Irena yang tidak benar tersebut, tim penasihat hukum meminta kepada majelis hakim memerintahkan kepada Jaksa Penuntut Umum untuk melakukan upaya hukum terhadap saksi yang memberikan kesaksian palsu. Atas permintaan tim penasihat hukum tersebut majelis hakim mengatakan akan mempertimbangkannya," kata Triana.

Ia menambahkan, terkait tuduhan dan fitnah yang disampaikan saksi Irena pada persidangan, Basuki melalui tim pengacara akan melaporkan Irena ke Polda Metro Jaya.

Berdasarkan pantauan Beritasatu.com, sidang kelima kasus dugaan penodaan agama selesai digelar sekitar pukul 23.55 WIB.

Basuki yang mengenakan baju batik warna biru-putih, nampak sangat lelah. Hanya sedikit kata yang disampaikan Basuki, sebelum menyerahkan keterangan selanjutnya kepada tim pengacaranya.

Bahkan, sebelum pengacaranya kelar menyampaikan keterangan, Basuki izin pamit duluan dan langsung menaiki mobil Toyota Innova warna abu-abu.

Saksikan videonya di sini:









Bayu Marhaenjati/CAH

BeritaSatu.com