Ini Kronologi Tewasnya Taruna STIP Marunda

Kampus STIP (SP/Carlos Roy Fajarta)

Oleh: Carlos Roy Fajarta / AB | Rabu, 11 Januari 2017 | 10:32 WIB

Jakarta - Seorang taruna tingkat pertama Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, tewas setelah dianiaya para seniornya yang duduk di tingkat dua, pada Rabu (11/1) dini hari.

Korban meninggal bernama Amirulloh Adityas Putra (18), warga Jalan Warakas III, Gang 16 Nomor 14, RT07/RW14, Kelurahan Warakas, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang masih mengenyam pendidikan di tingkat satu STIP.

Kapolsek Cilincing, Kompol Ali Zusron, mengatakan pelaku diduga dianiaya oleh empat senior tingkat dua pada Selasa (10/1) sekitar pukul 22.30 WIB. Dari hasil penyelidikan sementara pihak Kepolisian, ada sejumlah barang bukti yang ditemukan, yakni satu botol minyak tawon, satu botol minyak telon, satu buah gayung mandi, satu buah gelas, dan dua puntung rokok. 

"Kasus ini pada awalnya ditangani Polsek Cilincing, namun dalam penanganannya diambil alih Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara dan akan diselidiki lebih lanjut," kata Ali Zusron. 

Berikut kronologi yang disampaikan kapolsek Cilincing dalam penyelidikan awal kasus kematian Amirulloh.

Selasa (10/1) pukul 17.00 WIB:
Setelah kegiatan drum band, salah satu pelaku atas nama Sisko Mataheru mengajak rekan lainnya sesama pelajar STIP taruna tingkat dua untuk berkumpul dan mengerjai (bully) adik kelas di tingkat satu yang menjadi pemain tamtam.

Selasa (10/1) pukul 22.00 WIB:
Enam taruna tingkat pertama (termasuk korban Amirulloh) dipanggil oleh keempat pelaku untuk berkumpul di Kamar M-205 Lantai 2 Gedung Dormitory Ring 4 STIP Marunda.

Ketika para taruna tingkat satu datang ke kamar tersebut, para pelaku melakukan penganiayaan dengan memukul ke arah perut, dada, dan ulu hati, menggunakan tangan kosong secara bergantian.  Setelah digilir untuk dianiaya dengan tangan kosong, Amirulloh tiba-tiba ambruk saat dipukul terakhir oleh Willy Hasiholan.

Korban kemudian diangkat bersama-sama oleh para pelaku dan saksi ke kasur tempat tidur yang terletak di samping kamar tempat penganiayaan tersebut.

Rabu (11/1) pukul 00.15 WIB:
Karena korban terlihat pingsan, para pelaku panik dan menghubungi seniornya di tingkat empat, kemudian laporan tersebut dilanjutkan ke pembina dan piket medis STIP.

Rabu (11/1) pukul 02.00 WIB:
Setelah korban dipastikan meninggal oleh dokter piket STIP, kasus tersebutdilaporkan ke Polsek Cilincing.

 

 




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT