Ini Insiden Ketiga Taruna Tewas di STIP

Pihak kepolisian yang memeriksa para saksi dan pelaku penganiayaan pada Rabu, 11 Januari 2016. (istimewa)

Oleh: Bayu Marhaenjati / FMB | Rabu, 11 Januari 2017 | 13:47 WIB

Jakarta - Seorang siswa atau taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) tingkat pertama, Amirulloh Adityas Putra (18), meregang nyawa setelah dianiaya seniornya di Kamar M 205 Lantai 2 Gedung Dormitory STIP, Jalan Marunda Makmur, Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Ini merupakan insiden siswa tewas akibat dianiaya senior yang ketiga kalinya di STIP.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, peristiwa serupa juga pernah terjadi pada tahun 2012 dan 2013 lalu.

"Kejadian ini merupakan insiden yang ketiga kali. Sebelumya terjadi pada tahun 2012 dan tahun 2013," ujar Argo, Rabu (11/1).

Dikatakannya, peristiwa tewasnya korban bermula ketika salah satu pelaku berinisial SM mengajak pelaku lainnya untuk menyusun rencana mengerjai junior tingkat satu setelah selesai kegiatan drum band, sekitar pukul 17.00 WIB.

Sekitar pukul 22.00 WIB, sebanyak enam taruna tingkat pertama dipanggil dan berkumpul di lokasi kejadian. Sejurus kemudian, satu per satu para taruna baru itu dipukul menggunakan tangan kosong secara bergantian yang diarahkan ke perut, dada dan ulu hati.

Ia menambahkan, korban Amirulloh pun mendapatkan giliran dipukul di bagian perut, dada dan ulu hati. Namun, ketika pukulan mendarat di ulu hati korban langsung ambruk.

"Pelaku pemukulan terakhir berinisial W. Ketika dipukul korban ambruk ke dada pelaku, selanjutnya diangkat ke atas kasur secara bersama-sama," katanya.

Argo mengungkapkan, melihat korban pingsan para pelaku panik dan selanjutnya menghubungi senior, pembina dan piket medis STIP.

"Setelah mengetahui kondisi korban tidak bernyawa, peristiwa itu dilaporkan ke Polsek Cilincing," tandasnya.






Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT