VIDEO: Polisi Temukan Cairan Hitam di Lambung Jenazah Siswa STIP

Ilustrasi (Istimewa)

Oleh: Carlos Roy Fajarta / WBP | Rabu, 11 Januari 2017 | 15:53 WIB

Jakarta- Polres Metro Jakarta Utara memastikan ada cairan hitam di dalam lambung siswa taruna tingkat pertama Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Jakarta, bernama Amirulloh Adityas Putra (18) yang tewas diduga dianiaya seniornya. Selain Amirullah, ada lima orang lainya yang juga menjadi korban. Sementara kepolisian sudah memastikan ada lima pelaku penganiayaan.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol M. Awal Chairuddin, mengatakan hasil autopsi di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur menunjukkan bahwa Amirullah tewas akibat penganiayaan. Ciri-ciri tersebut mencakup bibir bagian dalam sebelah kanan lecet, organ dalam tanda mati lemas, ada bintik pendarahan, resapan darah pada paru-paru dan jantung, serta tampak kelenjar liur pada perut. "Tidak ditemukan narkotika, sementara lambung korban berisi cairan warna kehitaman," ujar Awal, di Markas Polres Metro Jakarta Utara, Rabu (11/1).

Ia menyebutkan pihak RS Polri Kramat Jati masih menyelidiki minuman yang dikonsumsi korban sebelum terjadi tindak penganiayaan.

Awal juga mengungkapkan, penganiayaan tersebut dilakukan oleh lima siswa tingkat dua kepada enam korban tingkat satu, termasuk Amirullah.

Adapun lima rekannya yang juga dianiaya, yakni Ahmad Fajar, Bagus Budi Prayoga, Benny Syahril, Josua Simanjuntak, dan Ilham Wally.

Hingga saat ini keenam pelaku masih ditahan di Polres Metro Jakarta Utara. Adapun Polsek Cilincing masih terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

Kejadian penganiayaan terhadap Amirulloh dan sesama taruna junior tingkat 1 oleh para pelaku dilakukan sejak Selasa (10/1) sekitar pukul 22.30 WIB di Kamar M 205 lantai 2 Gedung Dormitory Ring 4 STIP, Jalan Marunda Makmur, Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing. Korban diketahui meninggal dan diperiksa oleh Dokter STIP pada Rabu (11/1) sekitar pukul 00.15 WIB dan baru dilaporkan ke kepolisian pada pukul 02.00 WIB.

Jika terbukti melakukan pengianayaan yang menyebabkan meninggalnya seseorang, pelaku terancam pasal berlapis, di antaranya Pasal 170 KUHP tentang tindakan kekerasan yang menyebabkan maut dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 12 tahun subsider Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian dengan ancaman penjara maksimal tujuh tahun.

Berikut pelaku dalam kasus penganiayaan ini:

1. Willy Hasiholan (20) warga Kampung Baru Rusunawa Cakung Barat, Jakarta Timur.
2. Akbar Ramadhan (19) warga Jalan Janur Hihau Blok ii Nomor 29, RT03/RW10 Kelurahan Rawabadak Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.
3. Sisko Mataheru (19) warga Jalan Palmeriam II Nomor 53, Matraman, Jakarta Timur.
4. Iswanto (21) warga asal Desa Singkarat Jorong, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
5. Jakario bin Safi (19), warga Perumahan Dasana Indah Blok TC 3/23, RT01/RW22, Bojong Rangka, Kelapa Dua, Tangerang.

Saksikan Videonya di sini:






Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT