Petugas kepolisian memberhentikan pengendara motor ketika melintas di jalan MH Thamrin, Jakarta.

Jutaan Kendaraan Tunggak Pajak, Polisi Gelar Razia

Petugas kepolisian memberhentikan pengendara motor ketika melintas di jalan MH Thamrin, Jakarta. (Antara/M Agung Rajasa)

Jakarta - Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Provinsi DKI Jakarta mencatat 3,8 juta kendaraan belum membayar pajak atau belum daftar ulang (BDU). Merespon hal itu, BPRD, Dinas Perhubungan (Dishub), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta polisi akan melakukan razia pada akhir April 2017 mendatang.

Kepala Subdirektorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengatakan, hasil rekapitulasi data BPRD DKI Jakarta menunjukan jumlah kendaraan bermotor belum daftar ulang atau belum bayar pajak relatif yang cukup besar.

"Jumlahnya 3,8 juta, dengan rincian 3,2 juta sepeda motor dan 600.000 mobil," ujar Budiyanto, Senin (20/3).

Dikatakan Budiyanto, merespons tingginya jumlah penunggak atau kendaraan belum daftar ulang, BPRD DKI Jakarta sebagai leading sector berkoordinasi dengan Dishub, Satpol PP, dan Polri akan mengadakan razia gabungan.

"Kami akan mengadakan razia bersama terhadap kendaraan bermotor yang belum daftar ulang, dengan melibatkan stakeholder lainnya," ungkapnya.

Ia menyampaikan, para pemangku kepentingan akan bersinergi melaksanakan tugasnya sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing.

"Pelaksanaan razia bersama akan dilaksanakan melalui tahapan yang sudah direncanakan. Pertama rapat koordinasi, membuat perencanaan, sosialisasi, pelaksanaan, dan evaluasi terhadap kegiatan tersebut. Kami berharap melalui tahapan itu dapat membangung efek pencegahan sehingga terbangun kesadaran masyarakat untuk membayar pajak," katanya.

Budiyanto menjelaskan, sesuai rapat koordinasi razia bakal digelar akhir April atau awal Mei 2017.

"Bisa akhir April atau awal Mei, nanti melihat perkembangan situasi," tandasnya.



Bayu Marhaenjati/HA

BeritaSatu.com