Aiptu Sunaryanto

Tembak Penodong, Aiptu Sunaryanto Naik Golongan

Aiptu Sunaryanto (istimewa)

Jakarta  - Keberanian Aiptu Sunaryanto melumpuhkan pelaku penodongan dan panyanderaan seorang ibu dan anaknya di atas sebuah angkot di Jakarta diapreasiasi.

Anggota Satlantas Polrestro Jakarta Timur ini diberikan tiket emas untuk sekolah ahli golongan dari bintara ke perwira dan sebuah pin emas. Penghargaan diberikan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian di Mabes Polri Jumat (21/4).

"Menurut saya ini tindakan diskresi kepolisian yang tepat diambil. Jadi diskresi adalah tindakan atau kewenangan yang didasarkan pada kewenangan yang melekat pada semua anggota polisi di seluruh dunia termasuk anggota Polri," kata Tito.

Tindakan Sunaryanto, yang sebenarnya sedang pulang dari bertugas, adalah opsi yang tepat dalam rangka untuk memberikan keselamatan kepada petugas, publik, maupun masyarakat.

"Inilah tindakan diskresi yang sering kali kita dengar. Yang bersangkutan menilai bahwa ini adalah suatu peristiwa kejahatan dan kemudian ada pilihan tindakan mau nembak atau dengan tangan kosong atau dengan cara lain," imbuh Tito.

Tapi Sunaryanto mengambil tindakan tepat yaitu melumpuhkan pelaku dengan tembakan dan akhirnya berhasil membebaskan seorang wanita dan anaknya yang disandera.

"Kita tidak bisa bayangkan seandainya waktu itu dia bertindak salah, mengeluarkan tembakan dan yang kena adalah sandera, tentu yang menanggung resiko yang bersangkutan atau mungkin tembakannya kena orang lain atau mungkin tidak bertindak sama sekali," lanjutnya.

Tito berharap aksi heroik Sunaryanto memberikan motifasi dan jadi model bagi anggota polisi lain di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kemampuan menembak dan juga dalam menggunakan diskresinya.



Farouk Arnaz/CAH

BeritaSatu.com