Teror terhadap Novel, Polisi Koordinasi dengan KPK i

Penyidik KPK Novel Baswedan tiba untuk menjalani perawatan di RS Jakarta Eye Center, Jakarta, 11 April 2017.

Oleh: Fana Suparman / YUD | Jumat, 19 Mei 2017 | 15:26 WIB

Jakarta - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono dan Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Rudy Herianto mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (19/5). Kedatangan Argo dan Rudy ini untuk berkoordinasi mengenai penanganan kasus teror dengan penyiraman air keras terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan.

"Kita akan koordinasi berkaitan dengan penanganan kasus Novel Baswedan kita membawa Dirkrimum, dan staf semua akan menjelaskan dengan pimpinan KPK," kata Argo di Gedung KPK, Jakarta.

Diketahui, Novel diserang dengan disiram air keras pada Selasa (11/4) lalu. Akibatnya, Novel harus dirawat intensif di salah satu rumah sakit di Singapura karena kedua matanya terluka parah. Novel pun harus menjalani operasi membran pada Kamis (18/5) kemarin.

Meski telah berlangsung lebih dari sebulan, pihak kepolisian belum mampu mengungkap dan membekuk pelaku maupun otak serangan terhadap Novel. Terakhir, pihak kepolisian membebaskan seorang bernama Micko yang diduga pelaku teror, Kamis (18/5). Namun, Micko yang merupakan keponakan Muchtar Effendy, terpidana kasus suap kepada Ketua MK, Akil Mochtar telah dilepaskan pihak kepolisian.

Argo mengakui, pihaknya telah melepaskan Micko. Status Micko saat ini masih saksi. "Miko sudah dibebaskan (sementara)," kata Argo.

Argo menjelaskan, dalam menangani kasus ini, pihaknya memiliki sejumlah strategi, yakni metode induktif dan deduktif. Dikatakan, Micko diamankan lantaran pernyataannya dalam video yang diunggah di laman Youtube. Dalam video itu, Micko meminta maaf kepada Muchtar Effendi karena kesaksiannya membuat sang paman dijebloskan ke penjara atas kasus memberikan keterangan palsu dalam persidangan sengketa Pilkada Empat Lawang dan Pilkada Kota Palembang dengan terdakwa mantan Ketua MK, Akil Mochtar.

"Awalnya kan muncul dari YouTube, dia itu adalah seksi pada kasus Ketua MK dan dia merasa bersalah di situ karena dia adanya keterangan menurut dia dipaksa oleh penyidik oleh korban (Novel). Setelah kami periksa kami akan cocokkan. Makanya kami koordinasi ke sini," kata Argo.

Argo mengatakan, pihaknya akan membeberkan proses penanganan teror terhadap Novel selama ini kepada Pimpinan KPK. Termasuk mengenai dilepaskannya Micko. "Kalau Micko semua akan jelaskan kepada pimpinan KPK," katanya.






Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT