Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab memasuki ruang sidang di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, 28 Februari 2017.

Pengacara: Rizieq Syihab Masih di Arab Saudi

Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab memasuki ruang sidang di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, 28 Februari 2017. (Antara/Pool/Ramdani)

Jakarta - Penasihat hukum Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab, Sugito Atmo Prawiro mengatakan, pihaknya masih berkomunikasi dengan kliennya. Saat ini, Rizieq berada di Arab Saudi.

"Arab Saudi. Masih komunikasi," ujar Sugito kepada Beritasatu.com, Jumat (19/5).

Dikatakannya, kliennya berada di Arab Saudi karena menilai kasus yang menjeratnya diduga terkait politis dan direkayasa.

"Kan kalau undang-undang ITE Pasal 27 ayat 1 yang diutamakan itu kan yang menyebarkan. Berartikan yang mengupload. Kalau diundang-undang Pornografi Pasal 4 dan Pasal 6 juga yang menyebarkan, mempertontonkan. Pertama, saya lihat baik Habib maupun Firza (Firza Husein) itu kan korban. Itu pun kalau memang ada komunikasi dalam chatting. Ini jadi masalah, tidak ada chatting, diramaikan begitu," ungkapnya.

Ia menyampaikan, kejadian sebenarnya adalah handphone Firza disita penyidik tanggal 2 Desember 2016. Sementara, chat yang mengandung unsur pornografi itu disebar atau diviralkan tanggal 20 Desember 2016.

"Saat itu, handphone ada di tangan penyidik. Nah, ini yang menyebarkan siapa? Anda bisa menilai sendiri. Karena ketika itu, tiga handphonenya Firza ada di polisi," katanya.

Sugito menegaskan, kasus dugaan pornografi terkait beredarnya foto serta rekaman video berisi chat WhatsApp diduga antara Rizieq dengan Firza merupakan rekayasa.

"Kalau saya punya keyakinan direkayasa. Jadi kalau saya perhatikan, sebenarnya baik Firza maupun Habib Rizieq itu korban. Ini kan permasalahannya terkait politik saja. Pilkada Ahok kalah, Ahok dinyatakan bersalah di pengadilan dan harus masuk tahanan 2 tahun, dan ini langsung atau tidak langsung partai pengusung, penguasa agak kecewa juga dengan persoalan ini. Perlu diketahui baik suka atau tidak suka, langsung maupun tidak langsung kekalahan Ahok ada peran luar biasa Habib Rizieq dalam aksi bela Islam satu, dua dan tiga," jelasnya.

Menyoal apakah polisi melakukan koordinasi dengan pihak pengacara terkait keberadaan Rizieq, Sugito mengungkapkan, setelah ada surat perintah membawa belum pernah berkoordinasi lagi.

"Pemanggilan awal koordinasi, tapi pada pemanggilan selanjutnya belum ada koordinasi, apalagi setelah ada surat perintah membawa. Kalau di awal pernah mengingatkan, 'Pak itu surat telah dikirim ke RT, tapi tidak ada yang menerima.' 'Oh ya, saya juga belum menerima surat itu.' Begitu saja. Tapi, setelah ada surat perintah membawa, tidak ada koordinasi lagi," tandasnya.



Bayu Marhaenjati/FMB

BeritaSatu.com