Ke Saudi, Tim Pengacara Temui Rizieq

Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab memasuki ruang sidang di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, 28 Februari 2017. (Antara/Pool/Ramdani)

Oleh: Bayu Marhaenjati / YUD | Jumat, 19 Mei 2017 | 19:20 WIB

Jakarta - Tim penasihat hukum Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab, berangkat ke Arab Saudi untuk membahas kasus yang menjerat kliennya.

"Ya betul. Sebagian sudah berangkat. Sembilan (orang) berangkat. Yang sudah di sana empat atau lima," ujar pengacara Rizieq, Sugito Atmo Prawiro, Jumat (19/5).

Dikatakannya, tujuan tim penasihat hukum menemui kliennya di Arab Saudi untuk membahas langkah strategis secara yuridis terkait kasus yang dihadapi Rizieq.

"Langkah strategis secara yuridis apa yang akan dihadapi. Yang kedua, polisi kan punya wewenang pada waktu pemanggilan sebagai saksi, tapi nanti tiba-tiba ditetapkan sebagai tersangka bisa saja. Itu kan harus didiskusikan dengan Habib, tidak hanya dengan lawyer," ungkapnya.

Ia menyampaikan, berdasarkan penilaian tim penasihat hukum Rizieq dan Firza merupakan korban. Ponsel Firza disita penyidik tanggal 2 Desember 2016, dan tanggal 20 Desember diviralkan oleh orang tak bertanggungjawab.

"Dari kondisi seperti ini, mengantisipasi jika Rizieq pulang, diminta keterangan, dan ditingkatkan tersangka, apa sikap kita? Apa mau praperadilan? Ketika polisi punya wewenang, dia punya hak untuk memaksa harus menerima sebagai tersangka. Ketidakadilan ini membuat Habib berpikir dua kali untuk pulang, sebelum apa yang terkait persoalan ini matang. Harus ada strategi," katanya.

Ia menegaskan, intinya Rizieq sebenarnya ingin secepatnya pulang menyelesaikan persoalan ini. "Banyak yang bully, menjengkelkan dan cenderung fitnah, biar semuanya terjawab. Rizieq masih berpikir akan mengupayakan pulang secepatnya," jelasnya.

Menyoal akan bertemu Rizieq di mana, Sugito enggan merincinya. "Yang jelas di Saudi. Saya tidak tahu persis tinggal di hotel, keluarga atau temannya. Saya tidak tahu pasti, yang jelas dia alumni King Saud, jadi banyak teman di sana."

Ihwal ada kabar Rizieq meminta suaka di Arab Saudi, Sugito tidak membenarkannya.

"Sejauh ini nggak. Tidak ada keinginan untuk mencari suaka di Saudi walaupun dia kuliah di sana, keturunan Arab, tapi dia sangat cinta kehidupan di sini. (Kegiatan Rizieq?) Ibadah dan persiapan sidang tertutup disertasi. Jadi banyak baca bukunya," tandasnya.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT