3 Tersangka First Travel Dipertontonkan

Para tersangka (kedua kiri, serta kedua dan keempat kanan) kasus First Travel. (B1/Farouk Arnaz)

Oleh: Farouk Arnaz / AB | Selasa, 22 Agustus 2017 | 12:28 WIB

Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri merilis dugaan penipuan terhadap puluhan ribu calon jemaah umrah yang dilakukan PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel. Dalam rilis yang digelar di lantai 1 gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), polisi menunjukkan sejumlah barang bukti, termasuk mempertontonkan sosok tiga tersangka, yakni Andika Surachman (32), Anniesa Desvitasari Hasibuan (31), dan Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki (31).

"Tersangkanya ditampilkan belakangan ya. Itu strategi supaya perhatian kalian tidak fokus pada mereka dulu. Juga jangan ditanya ya. Janji," kata Kadiv Humas Irjen Setyo Wasisto di Jakarta, Selasa (22/8).

Memenuhi janjinya, diakhir rilis, ketiga tersangka dibawa menuju ruang auditorium KKP. Mereka mengenakan baju tahanan warna oranye bertuliskan "Tahanan Bareskrim Polri" dengan tangan diborgol. Mereka melewati barisan wartawan yang berkerumun.

Untuk menjadi keamanan, mereka dikawal ketat oleh penyidik. Maklum, di lantai dasar ada ratusan korban First Travel yang mendatangi Posko Crisis Center. Bahkan, sebelum masuk ke ruangan, penyidik juga memastikan para korban penipuan tak ada yang ikut membaur dengan wartawan.

Andika masuk tanpa berpenutup muka, sedangkan istrinya, Anniesa, memakai jilbab hitam dan menutupi wajahnya dengan cadar. Tak ada lagi sisi glamour dari desainer yang kerap tampil dengan tas-tas mewah. Begitu juga dengan Kiki--adik Anniessa--yang berubah tampilan. Kiki yang biasa berpenampilan maskulin tampak mengenakan jilbab dan cadar. Ketiga serangkai pelaku kriminal yang diduga mengantongi ratusan miliar ini dipamerkan polisi untuk sekitar lima menit.

"Hadap depan atau belakang ya," tanya Direktur Tipidum Brigjen Herry Rudolf Nahak kepada Setyo. Para tersangka itu awalnya memang dihadapkan ke tembok, tetapi kemudian dihadapkan ke arah wartawan.

Wajah Andika tampak datar tanpa ekspresi. Dirut First Travel itu juga bungkam saat ditanya wartawan yang ingin tahu bagaimana rasanya memakan harta milik para korban yang bukan haknya.

Insiden kecil sempat terjadi saat mereka akan dibawa keluar ruangan. Ternyata ada korban yang menunggu mereka di dekat lift dan berusaha memukul Andika. Beruntung penyidik sigap dan mengamankan ketiganya. Mereka pun kembali dibawa ke Rutan Polda Metro Jaya.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT