Kemenkes: RS Mitra Keluarga Terbukti Bersalah

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto (kanan) bersama Direktur RS Mitra Keluarga Francisca D. Permatasari (kiri) menunjukkan surat pernyataan dari pihak RS Mitra Keluarga Kalideres saat konferensi pers di Kantor Dinkes DKI, Gambir, Jakarta Pusat, Senin 11 September 2017. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Oleh: Aichi Halik / AHL | Kamis, 14 September 2017 | 20:15 WIB

Jakarta - Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres akhirnya ditetapkan melakukan kesalahan administratif saat menolak Tiara Debora. Padahal bayi berusia empat bulan itu merupakan peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Karena tak langsung mendapatkan penanganan di IGD, putri dari pasangan Henny Silalahi dan Rudianto Simanjorang akhirnya meninggal.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes, Oscar Primadi mengatakan, Menteri Kesehatan telah menugaskan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta untuk memberikan sanksi administratif kepada RS Mitra Keluarga Kalideres yang menangani bayi Debora.

“Ketika pasien membayarkan rumah sakit tetap menerima. Kebijakan internal rumah sakit belum berjalan dengan baik dengan adanya uang muka tadi. Itu tidak sejalan dengan peraturan berlaku khususnya yang berhubungan dengan kewajiban rumah sakit. Kebijakan rumah sakit belum secara utuh diketahui oleh petugas,” ujar Oscar, Rabu (13/9).

Berdasarkan rekam jejaknya, RS Mitra Keluarga Kalideres sebelumnya pernah menerima pasien dengan BPJS. Bahkan pasien itu sampai menginap tiga hingga empat hari. Berdasarkan hasil penelusuran diketahui bahwa pasien Debora ingin membayar biaya pelayanan rumah sakit. Selain itu, Rumah Sakit Mitra Keluarga telah mengetahui jika Debora merupakan pengguna BPJS.




Sumber: BeritaSatu TV
ARTIKEL TERKAIT