Dinas Pariwisata Ikut Pantau Diamond Karaoke

Politisi Partai Golkar Indra J Piliang setelah diamankan di Diamond Karaoke, Tamansari, Jakarta Barat, Rabu malam, 13 September 2017, karena mengonsumsi narkoba. (Istimewa)

Oleh: Lenny Tristia Tambun / HA | Kamis, 14 September 2017 | 21:04 WIB

Jakarta – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta sedang mempelajari kasus narkoba yang sudah terjadi untuk kedua kalinya di Diamond Karaoke, Tamansari, Jakarta Barat. Hal itu dilakukan sebelum mengambil keputusan untuk menutup tempat hiburan malam tersebut.

Kepala Disparbud DKI Tinia Budiarti mengatakan sampai saat ini jajarannya sedang mempelajari berita acara perkara terkait penggerebekan Diamond Karaoke Rabu (13/9) malam. Karena pada saat razia, pihaknya tidak berada dalam tempat kejadian peristiwa.

“Saya belum dapat jawaban dari anak buah saya. Kita akan pelajari lagi dan teliti lagi masalahnya. Karena pada saat penggerebekan, kami tidak ada. Jadi saya harus melihat dulu, mempelajari dulu berita acara penggerebekannya itu sendiri,” kata Tinia, Kamis (14/9).

Ia mengakui, Disparbud DKI telah mengeluarkan surat peringatan pertama kepada Diamond Karaoke. Dan kejadian kemarin malam, tertangkapnya tiga orang positif menggunakan narkoba, membuat Diamond Karaoke kedapatan dua kali ada kasus narkoba.

Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 6 tahun 2015 tentang Kepariwisataan, tempat hiburan malam itu harus ditutup.

“Kalau memang sesuai peraturan berlaku, kalau terindikasi dan betul-betul mereka melakukan kegiatan itu dan diketahui pemiliknya, ya tentu akan kita berikan sanksi sesuai dengan peraturan berlaku. Saya harus baca dulu laporannya,” ujarnya.

Hanya saja, tambahnya, pihaknya juga harus memperhatikan kepentingan dari para pelaku usaha hiburan malam. Karena bisa saja mereka tidak mengetahui adanya peredaran narkoba di tempat usahanya. Bisa jadi narkoba yang ditemukan dibawa oleh para pengunjung ke dalam tempat hiburan malam.

“Kita juga harus hati-hati ya. Dalam hal ini pengusaha hiburan malam. Kadang-kadang mereja juga enggak tahu pengunjung datang membawa narkoba. Tetapi kalau pemilik tempat hiburan malam mempersiapkan dan tahu ada narkoba, ya otomatis (ditutup). Bukannya saya membela ya. Ini kita akan tempatkan sesuai dengan aturan dan pemeriksaan,” jelasnya.

Seperti diketahui, BNN menegarai empat tempat hiburan malam yang terancam akan ditutup karena temuan pelanggaran narkotika. Keempat tempat tersebut adalah Illigals, Fashion, Diamond, dan Classic. Keempat tersebut memang sering dirazia oleh BNN.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT