Polisi Tetapkan 7 Tersangka Terkait Kericuhan di YLBHI

Polisi berpakaian preman mengamankan pelaku bentrokan yang terjadi di kawasan Diponegoro, Jakarta, 18 September 2017. (Antara/Muhammad Adimaja)

Oleh: Bayu Marhaenjati / JAS | Selasa, 19 September 2017 | 14:25 WIB

Jakarta - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, menetapkan tujuh orang sebagai tersangka terkait kericuhan yang terjadi di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengamankan 12 orang pasca-kericuhan di Kantor YLBHI, Senin (18/9) dini hari. Tujuh diantaranya, telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Sudah dilakukan pemeriksaan, tujuh orang dinyatakan sebagai tersangka. Sisanya dipulangkan," ujar Argo, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (19/9).

Dikatakannya, ketujuh tersangka itu dijerat Pasal 216 KUHP dan Pasal 218 KUHP, karena melawan serta tidak menuruti perintah aparat untuk membubarkan diri pada saat berkerumun.

"Mereka dikenakan Pasal 216 KUHP dan 218 KUHP, ancamannya empat bulan penjara. Artinya, bahwa yang bersangkutan saat melakukan unjuk rasa kemudian dibubarkan oleh kepolisian sesuai dengan undang-undang dan kewenangannya, yang bersangkutan tidak mengindahkan. Jadi tujuh orang telah kita jadikan tersangka untuk kasus unjuk rasa kemarin," ungkapnya.

Menyoal siapa saja identitas tujuh orang tersangka itu, Argo mengaku tidak ingat namanya. Namun, mereka bukan dari organisasi kemasyarakatan (ormas). Para tersangka juga bukan provokator.

"Tujuh orang itu ada yang karyawan, ada yang sopir, ada yang pengangguran. Tidak ada yang punya kartu anggota (ormas)," katanya.

Ia menuturkan, penyidik belum mendapatkan siapa pelaku perusakan terhadap sejumlah kendaraan aparat di lokasi. "Belum ada kita temukan, untuk sementara seperti itu," ucapnya.

Sementara itu, 22 orang massa yang diamankan di Polres Metro Jakarta Pusat, telah dipulangkan. "Ada yang kita amankan di Polres Jakarta Pusat sebanyak 22 orang. Setelah dilakukan pemeriksaan, dilakukan pendalaman, 22 orang ini belum diketemukan bukti tindak pidana. Sehingga tadi malam itu dipulangkan," tandasnya.

Sebelumnya, bentrokan massa dengan aparat kepolisian pecah di depan Kantor YLBHI, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, dini hari kemarin.

Peristiwa itu bermula ketika massa datang mengepung Kantor YLBHI karena mengira ada seminar tentang PKI, Minggu (17/9). Padahal, pihak YLBHI tidak menggelar acara bertemakan itu, melainkan menghelat acara seni bertajuk, "Asik Asik Aksi: Indonesia Darurat Demokrasi".

Polisi telah melakukan upaya mediasi dengan massa, namun massa tidak mau mendengar dan belakangan justru berusaha merangsek masuk ke dalam Kantor YLBHI.

Bentrokan massa dan aparat akhirnya pecah di beberapa titik di sekitar Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Massa melemparkan sejumlah batu dan benda lainnya ke arah aparat, termasuk merusak sejumlah kendaraan di pinggir jalan. Sementara, polisi melepaskan tembakan gas air mata untuk membubarkan massa.

Akibat peristiwa itu, lima anggota polisi mengalami luka-luka serius dan harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Polri Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Polisi setidaknya sempat mengamankan 34 orang pasca-kericuhan. Polres Metro Jakarta Pusat mengamankan 22 orang, sementara Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menangkap 12 orang.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT