Kericuhan di Kantor Kemdagri, Polisi Tetapkan 11 Tersangka

Kantor Kementerian Dalam Negeri (kemdagri) diserang sekelompok orang yang mengatasnamakan pendukung calon Bupati Tolikara, Papua, John Tabo dan Barnabas Weya, 11 Oktober 2017. (Twitter)

Oleh: Bayu Marhaenjati / YUD | Kamis, 12 Oktober 2017 | 17:05 WIB

Jakarta - Polisi menetapkan 11 orang sebagai tersangka dan dilakukan penahanan, terkait kasus pengeroyokan terhadap orang dan perusakan barang, di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Gambir, Jakarta Pusat. Sementara, empat orang lainnya yang turut diamankan masih berstatus saksi.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, polisi mengamankan 15 orang dan langsung melakukan pemeriksaan pasca-kericuhan yang terjadi di Kantor Kemdagri, Rabu (11/10) kemarin. Pada saat pemeriksaan, datang satu orang atas nama Wati Martha Kogoya -diduga pimpinan massa-, ke Mapolda Metro Jaya.

"Kami pilah-pilah perannya masing-masing apa. Jadi setelah kita lakukan pemeriksaan, kemudian gelar perkara, ada 11 orang yang statusnya kita naikkan jadi tersangka. Sesuai dengan peran dan (keterangan) saksi. Jadi 11 tersangka sudah kita tetapkan, dan lima orang termasuk ibu Wati itu belum, masih sebagai saksi," ujar Argo, Kamis (12/10).

Menyoal apa motif para tersangka melakukan pengeroyokan dan perusakan, Argo menyampaikan, peristiwa itu terjadi secara spontan.

"Itu kegiatannya spontan karena mereka sudah dua bulan di situ menunggu kepastian dari pada kementerian. Mungkin ini ada perbedaan pendapat karena sudah diatur, disengketa, kan sudah di MK. Saat kemarin tahu-tahu spontan, karena mungkin capek juga, jadi mereka mengatakan seperti itu. Sehingga spontan dia melalukan perusakan dan pelanggaran," ungkapnya.

Ia menyampaikan, 11 orang yang ditetapkan sebagai tersangka berperan merusak pot, merusak mobil, memecahkan kaca, melakukan penganiayaan, dan lainnya.

"Ya, 11 orang itu kita tahan. Mereka dikenakan Pasal 170 dan Pasal 406 KUHP," katanya.

Argo menambahkan, ada salah satu tersangka yang membawa senjata tajam. Alasannya hanya untuk menjaga diri. "Dia mengaku seperti itu menjaga diri. Mereka ada yang mahasiswa, ada yang karyawan di Jakarta," tandasnya.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT