Keluarga Ajukan Permohonan Penangguhan Penahanan Pemilik Situs Nikahsirri

Aris Wahyudi (kiri), pemilik situs www.nikahsirri.com menerima Kapolsek Jatiasih Kompol Ili Anas (kanan) di kediamannya Perumahan TNI AU Angkasa Puri RT 01/RW 10, Jatikramat, Jatiasih, Kota Bekasi, Sabtu, 23 September 2017. (Suara Pembaruan/Mikael Niman)

Oleh: Bayu Marhaenjati / CAH | Kamis, 12 Oktober 2017 | 21:54 WIB

Jakarta - Istri dan keluarga pemilik situs nikahsirri.com, Aris Wahyudi, telah mengajukan permohonan penangguhan penahanan kepada penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

"Penangguhan sudah kami ajukan dari istri dan keluarga besar," ujar pengacara Aris, Henry Indraguna, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (12/10).

Dikatakannya, permohonan penangguhan diajukan karena melihat besarnya dampak yang diterima kliennya dan keluarga terkait kasus yang menjerat. Apalagi Aris merupakan tulang punggung keluarga yang harus menghidupi istri serta tiga orang anak berusia 8, 7, dan dua tahun.

"Klien kami tak ada indikasi kabur dan menghilangkan barang bukti. Tidak ada niatan ulangi perbuatannya sampai sekarang," ungkapnya.

Sementara itu, istri Aris, Rani Tania (30), meminta maaf atas perbuatan suaminya membuat nikahsirri.com.

"Saya mohon maaf atas perbuatan suami saya yang membuat nikahsirri.com. Niatnya sebagai biro jodoh saja," katanya.

Menurutnya, website itu baru berusia 4 hari, namun hukuman yang harus diterima suaminya sangat berat.

"Saya mohon maaf pada seluruh masyarakat Indonesia, kepada bapak presiden untuk meringankan hukuman suami saya. Kalau suami saya dihukum, saya nggak tahu anak saya mau dikasih makan apa. Saya ibu rumah tangga tidak berpenghasilan, saya mohon maaf," jelasnya.

Menurutnya, saat ini biaya hidupnya berasal dari saudara dan pinjaman.

"Respon dari warga, saya dikucilkan karena suami saya. Setelah suami ditahan saya jarang keluar karena saya di-bully," tandasnya.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT