Polisi Kembangkan Kasus Perampasan Tas Uang ATM

Ilustrasi perampokan (Istimewa)

Oleh: Bayu Marhaenjati / WBP | Sabtu, 9 Desember 2017 | 15:17 WIB

Jakarta-Penyidik mengembangkan penangkapan dua pelaku kasus perampasan tas uang Anjungan Tunai Mandiri (ATM), di Bank Mandiri, di Jalan Gandaria Tengah III, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pengembangan untuk mengetahui apakah ada kelompok lain, atau kemungkinan penggunaan senjata api.

"Dua pelaku sekarang sudah diamankan, sedang diinterogasi apakah satu TKP (tempat kejadian perkara) itu saja, apakah ada TKP lain, dan apakah dia menggunakan senjata api atau pun senjata tajam yang mungkin dibuang atau disimpan. Itu sedang dilakukan pendalaman, kita kembangkan," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, Sabtu (9/12).

Dikatakan, kronologi kejadian perampasan tas uang ATM itu, bermula ketika Dedi Susanto (petugas ATM) hendak mengisi uang di ATM Bank Mandiri di Jalan Gandaria Tengah III, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. "Pada saat akan mengisi ATM, membawa uang sekitar Rp 200 juta dalam satu katong, tahu-tahu dijambret oleh orang yang menggunakan kendaraan bermotor berboncengan sehingga uang itu berpindah tangan ke pelaku," ungkapnya.

Pasca-kejadian, anggota yang melakukan pengawalan langsung mengejar. Beruntung, satu pelaku jatuh dan berhasil ditangkap di lokasi kejadian. "Pelaku lainnya sempat melarikan diri, namun akhirnya berhasil ditangkap," ungkap dia.

Menyoal apakah pelaku Randi Yulio Giani (30) dan M Monako (31) membawa senjata api atau senjata tajam, Argo menyampaikan, berdasarkan keterangan tersangka tidak memiliki senjata api. Namun penyidik tidak percaya begitu saja dan sedang mengembangkan. "Kita tidak langsung percaya dan kita menggunakan teknik sendiri untuk mengembangkan," kata Argo.

Menurutnya, pelaku sudah melakukan pemantauan sebelum merampas tas berisi uang sekitar Rp 200 juta itu. "Tentu, pasti ada suatu pemantauan. Tidak mungkin pelaku langsung mengambil. Dia melihat dulu, melihat bagaimana sistem, bagaimana waktunya, dan lain sebagainya," kata dia.




ARTIKEL TERKAIT