Ini Kronologi Bentrokan Dua Ormas di Bekasi

Ini Kronologi Bentrokan Dua Ormas di Bekasi
Ilustrasi bentrokkan antar warga ( Foto: Antara/Zainuddin )
Mikael Niman / YUD Sabtu, 16 Desember 2017 | 15:26 WIB

Bekasi - Anggota Reskrim Polrestro Bekasi Kota masih menyelidiki kasus tewasnya seorang anggota Ormas Forum Betawi Rempug (FBR) yang terlibat bentrok dengan kelompok pemuda di Perumahan Tytyan Indah, Bekasi Utara (kelompok Jon Key), Sabtu (16/12) dini hari.

Korban tewas, Lim Eng Sam (39), penuh dengan luka bacokan di sekujur tubuhnya setelah terjadi bentrokan di Lapangan Seroja, Harapanjaya, Bekasi Utara, sekitar pukul 01.45 WIB, Sabtu dini hari tadi.

"Penyidikan masih berlangsung untuk mengetahui motif mereka," ujar Kapolrestro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto, Sabtu (16/12).

Hingga kini, sedikit ada 15 orang yang diamankan di Mapolrestro Bekasi Kota untuk dimintai keterangannya.

Informasi yang diterima, bibit permusuhan kedua kelompok ini sudah terjadi sejak lama hingga berujung pada pertikaian maut, Sabtu (16/12) dini hari tadi.

Kejadian bermula saat salah satu pedagang makanan bernama Bambang menegur kelompok pemuda dari Perumahan Tytyan Indah (Kelompok Jon Key), yang sedang pesta minum minuman keras (miras). Tidak terima dengan teguran Bambang, kelima pemuda perumahan tersebut melawan dan meresahkan warga sekitar.

Kemudian, Bambang kemudian melapor ke rekannya, Dadang selaku ketua Ormas FBR di wilayah setempat. Mendapat informasi tersebut, Dadang bersama temannya, Sugianto (35), langsung meluncur ke lokasi untuk menyelesaikan kesalahpahaman itu.

Niat Bambang itu ternyata tidak ditanggapi oleh kelima pemuda Perumahan Tytyan Indah tersebut. Salah satu pelaku kemudian memukul dan menyabetkan gelas kaca yang sudah dipecahkan ke arah Sugianto hingga mengalami luka di wajah.

Oleh rekannya, Sugianto dibawa ke klinik terdekat untuk mendapat perawatan.‎ Insiden ini menyebabkan anggota Ormas FBR lainnya murka. Kemudian Lim Eng Sam bersama puluhan rekannya mendatangi Perumahan Tytyan Indah mencari kelompok pelaku. Bentrokan kedua kubu tidak terhindarkan.

Bahkan, anggota Polsek Bekasi Utara sempat melerai bentrokan tersebut dengan cara melontarkan gas air mata ke arah kelompok korban. Massa semakin banyak, kemudian menyerang pemuda Perumahan Tytyan Indah. Sementara, kedatangan anggota ormas telah ditunggu oleh kelima pemuda yang masing-masing membawa sebilah celurit.

Lim Eng Sam yang berada di barisan paling depan terluka akibat sabetan celurit di sekujur tubuh. Rekannya, Noval Adam (20) mengalami luka sobek di bagian hidung dan Deni (34) mengalami bocor di bagian kepala akibat terkena lemparan batu.

Anggota Polsek Bekasi Utara, Polrestro Bekasi Kota serta Brimob Polda Metro Jaya dan TNI telah bersiaga di lokasi menjaga agar bentrokan susulan tidak terjadi.



Sumber: Suara Pembaruan