Kepala Divisi Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi, Rikwanto

Jakarta - Keributan antar-organisasi kemasyarakatan (ormas) Pemuda Pancasila (PP) dan Forum Betawi Rempug (FBR), di Jalan Gandaria Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, diduga dipicu karena kasus pemukulan. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto menuturkan bahwa kericuhan bermula ketika sekitar 20 anggota PP melintas di lokasi, dengan menggunakan kendaraan roda dua.


 


Mereka bertujuan enghadiri sidang kasus penganiayaan anggota PP, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.Namun, kata Rikwanto, di Gardu FBR Gandaria City, dekat Traffic Light Gandaria Tengah, Kebayoran Baru, salah satu oknum anggota PP memukul anggota FBR yang sedang duduk dengan menggunakan bendera PP, sekitar pukul 10.45 WIB. Akibat pukulan tersebut, kata Rikwanto, salah seorang anggota FBR yang berada dekat lokasi, langsung menghadang dan membacok satu anggota PP atas nama Wahyu. Korban pun mengalami luka pada jari tangan kirinya.


 


"Korban mengalami luka tiga jari di tangan kiri dan sudah dibawa ke rumah sakit," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Rabu (27/2).Dikatakan Rikwanto, ketika mendapatkan informasi keributan itu, polisi langsung mengamankan tempat kejadian perkara dan membubarkan massa yang ada di lokasi. "Tiga orang anggota FBR ditangkap ke Polsek Kebayoran Baru.


 


Selain itu, ditemukan barang bukti bendera PP, dua sarung dan sebilah golok," ungkapnya.Rikwanto menyampaikan, polisi sudah berkoordinasi dengan pimpinan ormas untuk saling nahan diri, agar keributan tak semakin meluas dan tak ada aksi balas dendam.


 


"Anggota juga masih melakukan penyelidikan siapa pelaku pembacokan dan pemukulan," tandasnya."Belum diketahui apa motifnya (pemukulan). Saat ini kita masih mendalaminya," ujar Rikwanto.

Penulis: Bayu Marhaenjati