Tersangka Tangkap Tangan KPK - Direktur PT. Indoguna Utama, Arya Abdi Effendi (baju putih) yang langsung menjadi tersangka kasus suap sapi impor, keluar gedung KPK usai menjalani pemeriksaan, Kamis (31/1) dini hari. Arya Abdi Effendi tertangkap tangan penyidik KPK saat membawa uang 1 Milyar untuk menyuap presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. FOTO: Joanito De Saojoao - SUARA PEMBARUAN

Jakarta - Dua orang tersangka kasus dugaan suap pengurusan kuota impor sapi di Kementerian Pertanian (Kementan) tahun 2013, Ahmad Fathanah dan Arya Abdi Effendi, diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Ahmad diperiksa untuk tersangka AAE (Arya Abdi Effendi), LHi (Luthfi Hasan Ishaaq), JE (Juard Effendi). Sementara Arya diperiksa Untuk tersangka LHI, JE dan AF," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha, Kamis (7/3).

Kedua saksi tersebut tampak sudah hadir di kantor KPK. Selain Ahmad dan Arya, KPK juga memeriksa seorang pengacara bernama Rozi.

Pada Januari silam, KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap dua direktur PT Indoguna, yaitu Juard Effendi dan Arya Arbi Effendi. Keduanya ditangkap di rumah Arya karena telah memberikan uang Rp1 miliar kepada Ahmad Fathanah.

Ahmad juga ikut ditangkap KPK di lokasi berbeda, yakni di Hotel Le Meridien, setelah menerima uang imbalan pengurusan kouta impor daging sapi di kantor PT Indoguna pada siang hari.

Sehari setelah penangkapan Juard, Arya dan Ahmad, KPK juga menangkap Mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Lutfhi diduga ikut terlibat dalam suap ini karena uang Rp1 miliar yang diberikan kepada Ahmad diduga ditujukan kepada Luthfi.

KPK kemudian menetapkan keempatnya sebagai tersangka. Juard dan Arya disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 dan atau pasal 13 Undang-Undang No.31/1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHPidana.

Sementara untuk Lutfi dan Ahmad, KPK menersangkakan dengan pasal 12 huruf a atau huruf b dan atau pasal 5 ayat 2 dan atau pasal 11 Undang-Undang No.31/1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHPidana.

Kuota impor daging sapi tahun 2013 diketahui berjumlah 80.000 ton. PT Indoguna diduga mendapatkan kuota impor sekitar 24.000 ton. Di bulan Januari, DPR kembali memutuskan menambah kuota impor sebanyak 15.000 ton.

PT Indoguna diduga ingin mendapatkan 50 persen dari kuota tambahan tersebut.

Penulis: Rizky Amelia/FEB