Panglima TNI Agus Suhartono.

Jakarta - Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Laksamana Agus Suhartono menilai penyerangan dan pembakaran kantor Polres Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, oleh aparatnya bukan karena kesenjangan penghasilan.

Penyerangan itu, kata dia, semata karena emosi dan kemarahan para aparat yang terdiri dari perwira, bintara dan tamtama tersebut.

"Menurut saya sudah tidak (kesenjangan) karena saat ini pun TNI kesejahteraannya sudah baik tapi ada hal-hal lain yang harus dipelajari yang mungkin nanti kita akan cari terus mengarah ke pembinaan lapangan," kata Agus Suhartono di bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Sabtu (9/3) pagi.

Panglima sendiri tak bisa menjamin bahwa kejadian serupa tak terulang. Menurutnya, dalam hubungan manusia selalu ada kemungkinan terjadi masalah. Namun yang diperlukan adalah bagaimana mengelola masalah tersebut agar tidak menyebabkan kerusakan.

Sebelumnya Panglima TNI membenarkan bahwa penyerangan puluhan aparat TNI ke kantor Polres OKU tidak lepas dari tewasnya aparat TNI Januari silam yang dikaitkan dengan polisi.

Sejumlah kalangan menilai pemicu penyerangan atau konflik antara TNI dan Polri terjadi karena adanya kesenjangan kesejahteraan dan kewenangan.

"Mereka datang karena emosi, ketidakpuasan, sehingga melakukan perusakan," ujar Agus.

Menurutnya, tim investigasi dari Polri dan TNI terus bekerja, apalagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah menginstruksikan agar pelaku pengrusakan markas Polres OKU ditindak tegas.

"Instruksi presiden laksanakan penegakan hukum sebaik-baiknya dan secepatnya dalam arti yang salah harus ditindak sesuai peraturan yang berlaku," imbuhnya.

Penulis: Ezra Sihite/FEB