Pemusnahan Narkoba yang dilakukan pihak kepolisian.

Jakarta - Penggunaan narkotika, psikotropika dan bahan adiktif (narkoba) selain berbahaya bagi kesehatan seseorang, juga berdampak ekonomi. Jika dikonversi ke dalam uang, kerugian yang diakibatkan narkoba mencapai Rp48,2 triliun.

"Kerugian ini termasuk kerugian pribadi seperti waktu untuk belajar, bekerja, bertemu keluarga, dan kerugian sosial seperti tidak memiliki teman, harus menjalani rehabilitasi dan lain-lain," kata Direktur Desiminasi Informasi Badan Narkotika Nasional (BNN), Gun Gun Siswandi, dalam diskusi "Meningkatkan Daya Tangkal Terhadap Penyalahgunaan Narkoba" di Universitas Kristen Indonesia (UKI), Senin (11/3).

Dikatakan Gun Gun, secara global, peredaran narkotika telah memasuki fase yang mengkhawatirkan. Setidaknya, 8% uang yang beredar di dunia terkait dengan bisnis haram ini.

Setidaknya terdapat 148 juta hingga 272 juta penyalahguna narkoba dari total 4,4 miliar penduduk dunia. Di Indonesia sendiri, penyalahgunaan narkotika telah memasuki fase 'darurat penyalahgunaan narkotika'.

Secara nasional penyalahguna mencapai rata-rata 2,2 persen dari jumlah penduduk Indonesia atau sekitar 4 juta orang. Pada tahun 2015 di Indonesia, jika tidak segera dicegah penyalahguna narkotika akan mencapai 5,1 juta penduduk.
"Di DKI Jakarta bahkan mencapai tujuh persen dari jumlah penduduk, jauh melampui rata-rata nasional. Maka harus dicegah. Tidak hanya oleh pemerintah, tapi juga oleh berbagai lapisan masyarakat," tambahnya.

Hal itu, menurut Gun Gun, karena narkoba merupakan kejahatan lintas negara, terorganisir dan serius. Semua aspek kehidupan sudah dihantui bahaya peredaran narkoba.

"Untuk itu, kita perlu saling bergandeng tangan untuk mencegah peredaran narkotika ini," tambahnya.

Sementara bagi pecandu, Gun Gun mengatakan, pihaknya siap memberikan pelayanan kesehatan bagi mereka. Menurut Gun Gun, pecandu narkoba merupakan pasien penyakit kambuhan yang harus mendapat pelayanan kesehatan hingga pulih dan kembali beraktivitas di tengah masyarakat.

 

Suara Pembaruan

Penulis: F-5/FER

Sumber:Suara Pembaruan