Gedung KPK Jakarta.

Jakarta - Proses penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan simulator ujian SIM di Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri dan tindak pidana pencucian uang dengan tersangka Djoko Susilo memang belum rampung.

Akan tetapi, KPK sudah memiliki rencana untuk menyatukan dua perkara tersebut dalam satu berkas. Hal itu dikatakan oleh Juru Bicara KPK Johan Budi SP di kantor KPK, Kamis (14/3).

"Jadi akan disatukan dalam satu berkas," kata Johan.

Hingga kini KPK masih melakukan proses penyidikan baik dugaan korupsi pengadaan simulator maupun pencucian uang. Sejumlah saksi mulai dari kepolisian, swasta hingga anggota DPR sudah diperiksa oleh KPK terkait kasus pengadaan simulator.

Sementara dalam kasus pencucian uang, KPK, selain memeriksa saksi-saksi, juga telah menyita aset milik Djoko. Total sudah 33 aset yang disita KPK, terdiri dari 26 rumah, tanah dan bangunan, tiga SPBU dan empat mobil.

Beberapa waktu lalu, KPK menetapkan Djoko sebagai tersangka kasus simulator SIM. Djoko dijerat dengan pasal 3 dan atau pasal 4 Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang No.8/2010.

Djoko diduga telah melakukan pencucian uang dari hasil tindak pidana korupsi yang ia lakukan. Djoko diduga menyamarkan menyembunyikan, mentransfer dan mengubah bentuk uang hasil tindak pidana korupsi tersebut.

Soal jumlah nilai pencucian uang, KPK enggan menyebutkan secara mendetail mengenai hal tersebut. Selain itu KPK juga menolak menyebutkan pencucian uang itu bersumber pada kasus dugaan korupsi pengadaan simulator ujian SIM atau kasus korupsi lain di Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri.

Penulis: Rizky Amelia/YUD