Komjen Pol Susno Duadji saat menjalani sidang.

Jakarta - Jaksa Agung Basrief Arief mengatakan bahwa eksekusi terhadap mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji lebih baik cepat dilakukan. Apalagi, Susno telah mangkir sebanyak dua kali dari pemanggilan Kejaksaan.

"Saya kira lebih cepat lebih baik," kata Basrief di Istana Negara, Jakarta, Kamis (21/3).

Seperti diketahui, dalam putusan perkara nomor perkara 899 K/PID.SUS/2012 tertanggal 22 November 2012, MA menguatkan putusan PN Jaksel dan pengadilan tinggi DKI Jakarta, di mana mantan kabareskrim itu dinyatakan bersalah dalam pidana korupsi penanganan perkara PT Salmah Arowana Lestari dan dana pengamanan Pilkada Jawa Barat. Susno dijatuhi hukuman tiga tahun enam bulan penjara.

Akan tetapi, terdapat perbedaan penafsiran atas putusan MA tersebut. Susno menyatakan bahwa jaksa salah mengartikan putusan MA mengenai eksekusinya. Sebaliknya, Kejaksaan justru menyebut Susno yang tidak bisa mengartikan putusan MA dan pengadilan-pengadilan sebelumnya,"

Karena itu, kata Basrief, Jaksa akan melakukan tugas eksekusi dan putusan setelah salinan putusan diberikan. "Ini bukan masalah berani dan tidak berani. Tapi persoalan waktu. Waktu ini ditafsirkan beda-beda putusannya," lanjut dia.

"Di mana salah menafsirkannya. Putusan MA sudah begitu banyak, kalau seandainya dinyatakan bahwa menolak, kalau ditolak kasasinya berarti apa itu," kata dia lagi.

"Memang dalam KUHAP tidak ada pengaturan, masalah eksekusi upaya paksa, yang ada kan pemanggilan, tapi prosedur ini tetap kita jalankan," tandasnya.

Penulis: Ezra Sihite