Ilustrasi penjara

Jakarta-- Bareskrim Polri menerjunkan penyidiknya membantu Polda DIY menyelidiki kasus penyerbuan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II Bedingin, Sumberadi, Mlati, Cebongan, Sleman, DIY yang dilakukan oleh gerombolan orang bersenjata laras panjang yang diperkirakan AK-47 dan laras pendek yang diperkirakan jenis FN.

"Mabes Polri back up untuk menungkap kasusnya. Tim dipimpin (Direktur Pidana Umum) Brigjen Ari Dono," kata Kabareskrim Komjen Sutarman kepada Beritasatu.com Minggu (24/3).

Hanya saja jenderal bintang tiga ini mengaku jika pihaknya belum mampu mengendus kelompok mana yang tega menghabisi empat orang tahanan milik Polda DIY itu.

"Masih olah tempat kejadan perkara, kita belum bisa simpulkan siapa pelakunya," kata Sutarman menjawab pertanyaan apakah sejauh ini sudah ada titik terang siapa pelakunya mengingat kasus ini dilakukan berkelompok dan membawa senjata api.

Seperti diberitakan, sekitar 15 orang yang mengenakan sebo atau penutup kepala, rompi, dan berpakaian sipil menyerbu LP Sleman.

Mereka sempat mengaku anggota Polda DIY dan menunjukan surat perintah untuk melakukan bon atas nama 4 orang yang kemudian dieksekusi itu.

Tapi, karena curiga, sebab kelompok ini datang pada Sabtu (23/3) dini hari sekitar pukul 00.15, maka sipir LP tidak segera membukakan pintu denga alasan akan mengajukan izin lebih dulu ke pimpinan Lapas. Tapi pelaku mengancam dengan granat.

Akhirnya pintu di buka, mereka masuk, dan minta di tunjukan sel tempat ke 4 orang tersebut ditahan. Dua sipir bahkan ikut menjadi korban, yaitu Widiatmoko, 35 tahun, yang mengalami luka karena gigi depannya tanggal, dan Nugroho Putro, 30 tahun, yang bengkak di bagian wajah karena terkena popor senjata.

Dipandu oleh sipir, pelaku ditunjukan sel 5A blok Anggrek tempat ke empat orang tersebut ditahan. Disini ke 4 orang tahanan titipan tersebut dieksekusi dengan cara ditembak dari jarak dekat.

Mereka adalah Dicky Sahetapy, Dedi, Aldi, dan Johan. Nama terakhir adalah pecatan polisi.

Mereka ini awalnya merupakan tahanan Polres Sleman sejak ditangkap pada, Selasa (19/3) karena menusuk anggota Kopasus Kandang Menjangan, Kartasura bernama Sertu Heru Santosa hingga tewas.

Penusukan itu terjadi di cafe Hugos Jl Solo Maguwoharjo Sleman pada Selasa (19/3) dini hari.

Tapi, karena kasusnya sensitif, maka kasus ini di limpahkan ke Polda DIY. Oleh Polda DIY ke empat orang itu kemudian dititipkan ke LP Sleman dengan alasan ruang tahanan milik Polda sedang di renovasi.

Kaset yang berisi rekaman CCTV dalam kejadian ini telah diambil oleh pelaku

Penulis: Farouk Arnaz/FMB