Sejumlah personel Brimob dan TNI bersenjata lengkap bersiaga setelah terjadi penyerbuan di Lapas 2B Cebongan, Sleman, Yogyakarta

Jakarta - Staf khusus presiden bidang komunikasi politik, Daniel Sparringa, mengemukakan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai pembantaian terhadap empat tahanan LP Cebongan di Sleman, Yogyakarta sebagai serangan langsung terhadap kewibawaan negara. Selain telah menghasilkan ancaman serius terhadap rasa aman publik, serangan itu juga memporak-porandakan kepercayaan umum terhadap supremasi hukum di Republik ini.

"Presiden telah memerintahkan Kapolri untuk melakukan semua tindakan yang mungkin untuk mengungkap pelaku dan memastikan semua yang terlihat diadili di depan hukum. Presiden juga telah menginstruksikan Panglima TNI agar seluruh jajarannya memberikan kerja sama penuhnya untuk ikut membantu Polri dalam mengungkap identitas para pelaku," kata Daniel di Jakarta, Selasa (26/3).

Presiden, kata Daniel, telah menegaskan bahwa kewibawaan negara harus dipulihkan dan kepercayaan rakyat terhadap hukum tidak boleh berkurang karena peristiwa ini.

Presiden telah menerima laporan dari Menkopolhukam bahwa saat ini Mabes Polri telah memimpin langsung langkah penyelidikan atas serangan itu. Presiden juga menerima update setiap saat dan memastikan terdapat kemajuan untuk mendekatkan kita pada identitas para pelaku.

Presiden SBY menyerukan agar masyarakat ikut memberi dukungan dan mengawal proses penyelidikan ini.

Suara Pembaruan

Penulis: R-14

Sumber:Suara Pembaruan