Sejumlah petugas melakukan olah TKP setelah terjadi penyerbuan di Lapas 2B Cebongan, Sleman, Yogyakarta

Jakarta - Yohanes Yuan Manbait, Andrianus Candra Galaja, Gamaliel Yemi Tarto Rohi Riwu, dan Hendrik Angel Sahetapy tewas diberondong peluru oleh kelompok tak dikenal di dalam Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Cebongan, Sleman, Sabtu (23/3) lalu. Mereka ditahan atas dugaan pembunuhan anggota Kopassus bernama Sertu Heru Santoso di Hugo's Cafe, Sleman, Yogya, Selasa (19/3).

Kapolres Sleman AKBP Heri Sutrisman mengatakan, penyebab perkelahian yang terjadi itu bukan aksi yang direncanakan. ”Perkelahian itu bermotif spontan saja. Terjadi senggolan, cekcok, lalu terjadilah penganiayaan yang menyebabkan korban tewas,” kata Heri saat dihubungi Beritasatu.com, Selasa (26/3).

Perwira menengah itu juga menambahkan, berdasarkan hasil penyidikan awal, sebelum melimpahkan kasus ini ke Polda DIY, pelaku ini juga bukan gerombolan preman yang biasa nongkrong di Kafe Hugo’s karena terkait bisnis pengamanan.

”Kelompok pelaku ini biasa berkunjung ke sana. Jadi, ini bukan sebuah pembunuhan berencana atau dipicu oleh insiden sebelumnya. Info-info yang berkembang [bahwa] mereka ini kelompok preman tidak benar,” bebernya.

Salah satu anggota dari kelompok ini adalah Johan atau Juan yang merupakan mantan anggota Polri yang baru saja dipecat dari kesatuannya karena terlibat kasus narkoba.

Saat ditanya kebenaran Hendrik Angel Sahetapy (Deki) sempat menjadi target kepolisian dan merupakan residivis, Heri mengaku belum tahu. ”Penyidikan lanjutan kasus ini kami limpahkan ke Polda DIY tak lama setelah kami menangkap mereka,” katanya.

Sebelumnya disebut-sebut kelompok ini "menguasai" Hugo’s Cafe.

Penulis: Farouk Arnaz/NAD