Sejumlah petugas melakukan olah TKP setelah terjadi penyerbuan di Lapas 2B Cebongan, Sleman, Yogyakarta.

Jakarta - Polisi masih belum mampu berbuat banyak untuk mengungkap gerombolan yang menyerbu Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II Bedingin, Sumberadi, Mlati, Cebongan, Sleman, DIY yang bersenjata laras panjang yang diperkirakan AK-47 dan laras pendek yang diperkirakan jenis FN Sabtu (23/3). Polisi meminta doa dan dukungan.

"Kami yakin bisa (mengungkap). Tapi perlu dukungan bantuan informasi dari masyarakat yang menyimpan info. Jangan sampai ada info tidak digunakan. Kalau ada info bagus, penting, sangat baik dijadikan bahan. Tentu tergantung dukungan doa juga. Polri mohon doa karena sangat penting," kata Karo Penmas Brigjen Boy Rafli Amar di Hotel Maharadja, Mampang, Jakarta Selatan (26/3).

Selain soal doa, dari tempat kejadian perkara (TKP), polisi tengah menganalisis dan mempelajari temuan yang didapatkan yakni selongsong, proyektil, dan penjelasan saksi baik sipir penjara maupun napi yang berada di sel-sel lain.

"Dari penjelasan mereka diharapkan ada petunjuk baru yang membantu penyidikan lebih terarah. Pekerjaan ini tidak mudah harus ada upaya pengumpulan fakta lebih akurat. Bisa saja informasi akurat bukan di TKP, bisa saja di tempat lain yang katakanlah informasi terkait orang-orang yang mirip dengan yang dijelaskan di TKP," beber Boy.

Soal apakah Densus 88 Antiteror juga diturunkan, Boy menyatakan pada prinsipnya semua sumber daya di Polri akan dimanfaatkan sebaik-baiknya guna mendukung upaya pengungkapan.

"Selain itu, kita juga mengharap info dari masyarakat," tambah dia.

Menurut dia, soal proyektil dan selongsong yang ditemukan di TKP, merupakan jenis senjata laras panjang. Namun, dari senjata apa peluru itu dimuntahkan, belum dapat dipastikan. Hal tersebut dikarenakan, banyak senjata laras panjang yang dimiliki oleh sejumlah kalangan termasuk teroris.

"Jadi pelakunya masih gelap, belum diketahui. Kami ingin kerja profesional didasarkan bukti. Scientific, menggunakan pengembangan teknologi. Kita belum menduga siapa pelakunya," lanjut Boy yang menambahkan ini bukan persoalan polisi takut atau tidak.

Penulis: Farouk Arnaz/FER