Logo Kepolisian Republik Indonesia.

Jakarta— Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Ditpikor) Bareskrim Polri menangkap dan menahan tersangka kelima dalam kasus dugaan korupsi kegiatan relokasi dan pembangunan Pasar Hewan Terpadu (PHT) di Desa Haurngombong, Kecamatan Pamulihan, Sumedang yang terjadi pada 2010 lalu.

”Saya baru cek dengan Direktur Ditpikor (Brigjen Noer Ali) Bareskrim, benar Mas, sudah ditahan,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Suhardi Alius saat ditanya Beritasatu.com Rabu (27/3) tentang kabar penahanan seorang sarjana agama bernama Sulaeman dalam kasus korupsi.

Meski sudah menahan sejak 13 Februari lalu, namun penahanan Sulaeman yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Sumedang asal Partai Bulan Bintang itu memang belum pernah dirilis kepada media oleh Mabes Polri.

“Saya juga baru cari tahu saat sampeyan tanya, Mas,” imbuh Suhardi.

Dalam kasus ini, empat tersangka yang telah ditahan sebelumnya adalah Usep Hendrajat Wahyu, Kasubid Pertanahan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), Sumedang. Dia ditahan bersama Rahmat Eka Wijaya dan Marwan T.

Lalu juga menyeret mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Sumedang, Atje Arifin Abdullah, yang juga ikut dijebloskan ke Rutan Bareskrim Polri. Penahanan empat orang itu kini telah dilimpahkan ke Rutan Kebon Waru, Bandung karena berkas mereka telah lengkap atau P-21.

Kelima tersangka itu diduga merugikan negara hingga sebesar Rp 400 juta.

 

Penulis: Farouk Arnaz/FMB