Ilustrasi sejumlah smartphone BlackBerry.

Jakarta - Penyelundupan BlackBerry dengan modus penyuapan oknum pegawai Bea Cukai, dibongkar oleh aparat kepolisian. Kasus yang semula ditangani oleh aparat Polda Sumatera Selatan (Sumsel) itu kini dilimpahkan ke Sub Direktorat Money Laundering Direktorat Pideksus Bareskrim Polri, untuk diselidiki lebih lanjut.

"Ada tiga orang tersangka yang kita tangkap dan tahan. Yakni Caesar Muhni Riza sebagai pemilik smartphone dan BlackBerry, serta dua orang oknum Bea Cukai Bandara Sultan Mahmud Badarudin II Palembang berinisial IS dan JJ," kata Direktur Pideksus Bareskrim, Brigjen Arief Sulistyanto, kepada Beritasatu.com, Jumat (5/4) sore.

Terbongkarnya kasus ini, menurut Arief, dimulai tatkala Caesar ditangkap polisi pada 26 Februari lalu. Saat itu, dia menggunakan mobil Avanza warna hitam BG-511-UK, melintas di jalan raya Jalan Letjen Harun Sohar, Tanjung Api-api, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami, Palembang.

"Oleh anggota patroli Polsek Sukarami, mobil itu dihentikan karena mencurigakan. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan isi bagasi, dan ditemukan 16 koper yang mencurigakan," beber Arief.

Saat itu, Caesar pun lantas digelandang ke Polsek untuk menjelaskan asal usul ribuan smartphone BlackBerry di mobilnya itu. Tepatnya yaitu sebanyak 4.764 unit smartphone BlackBerry berbagai jenis dan iPhone.

Rinciannya adalah sebanyak 2.544 unit HP BlackBerry tipe 9220, 205 unit BlackBerry tipe 8230, 270 unit BlackBerry tipe 9810, dan 235 unit BlackBerry tipe 9310. Berikutnya, ada sebanyak 100 unit BlackBerry tipe 9650, 720 unit BlackBerry tipe 9790, 15 unit BlackBerry tipe 8520, 645 unit BlackBerry tipe 9320, serta 30 unit iPhone 5.

"Dalam pemeriksaan itu, Caesar mengaku jika barang-barang ini merupakan milik atau pesanan dari seseorang yang bernama DI, warga Jakarta, dan barang tersebut rencananya hendak tersangka serahkan kepada seseorang yang bernama FS di Pertokoan Ramayana, Komplek Ilir Barat Permai, Palembang," tambah Arief.

Dikatakan Arief pula, Caesar mengaku hanya sebagai kurir yang dijanjikan akan diberi upah sebesar Rp5 juta oleh FS, apabila barang sudah diterima oleh yang bersangkutan.

FS dan DI Masih Dicari
"Caesar mengakui bahwa smartphone dan BlackBerry tersebut didatangkan dari Singapura secara ilegal, diselundupkan dengan cara menyuap dua oknum pegawai Bea Cukai yang juga telah kita tangkap. Nilai suapnya Rp195 juta," lanjut Arief, yang menambahkan jika pelaku telah beberapa kali menyelundupkan melalui Bandara Sultan Mahmud Badarudin II Palembang.

Arief menuturkan, para pelaku dijerat dengan tindak pidana pencucian uang pasal 3, 5 atau 10 dalam Undang-Undang (UU) Nomor 8 tahun 2010, dan pasal 12 a UU Nomor 31 tahun 1999 jo UU Nomor 20 tahun 2001, dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun maksimal 20 tahun, dan pidana denda maksimal Rp1 miliar.

Untuk diketahui, modus yang hampir sama juga pernah terjadi di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), beberapa saat lalu. Namun dari kasus tersebut sejauh ini tidak ada tersangka dari pihak Bea Cukai.

Penulis: Farouk Arnaz